You are currently browsing the tag archive for the ‘Mengatasi obesitas’ tag.

123rf.com

Obesitas telah menjadi epidemi di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, lebih dari 60 persen penduduk kelebihan berat badan atau obesitas. Masalah berat badan biasanya diklasifikasikan berdasarkan indeks massa tubuh (BMI), yang dihitung dengan rumus berikut, di mana berat badan diukur dalam kilogram dan tinggi dalam meter : BMI = berat/tinggi2

Gunakan kalkulator BMI berikut ini untuk menemukan dengan mudah kategori BMI Anda :

Kegemukan didefinisikan bila indeks BMI Anda antara 25-29,9 kg/m2, dan obesitas didefinisikan bila indeks BMI Anda 30 kg/m2 atau lebih. Berat badan Anda normal bila indeks BMI Anda antara 18,5–24,9.

Meskipun faktor genetik mempengaruhi berat badan, pola makan dan gaya hidup memiliki pengaruh besar pula. Orang-orang Amerika Utara telah lama menjadi lebih berat, dibandingkan dengan orang-orang di Asia atau Afrika di mana pola makan nabati lebih merata, dan vegetarian biasanya lebih ramping daripada omnivora. Jumlah orang yang kelebihan berat badan dan obesitas di Amerika Serikat meningkat sepertiga antara 1990 dan 2000, sebagian karena ukuran porsi yang lebih besar dan peningkatan ketersediaan makanan berkalori tinggi, seperti keju dan minuman ringan.

Obesitas merupakan faktor risiko kuat untuk penyakit kronis, antara lain kolesterol tinggi, hipertensi, penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, batu empedu, beberapa jenis kanker (terutama yang timbul pada payudara, prostat, dan usus besar), demensia, apnea tidur, infertilitas, dan radang sendi pinggul dan lutut.

Faktor Risiko

Selain kontribusi pola makan dan gaya hidup, faktor genetik memainkan peranan penting. Puluhan gen yang mengkode hormon, neurotransmiter, dan reseptor telah dikaitkan dengan berat badan. Beberapa gen sedang diselidiki sebagai dasar untuk kemungkinan terapi farmakologis, antara lain leptin, ghrelin, dan melanokortin. Depresi, kecemasan, dan gangguan makan (bulimia atau anoreksia) juga dapat menyebabkan gangguan kebiasaan makan.

Diagnosa

  • Riwayat lengkap dan pemeriksaan fisik diperlukan dengan perhatian khusus terhadap obat, obat herbal, riwayat nutrisi dan olahraga, faktor risiko terhadap penyakit jantung koroner, dan riwayat tiroid dan penyakit jantung dalam keluarga.
  • Pengukuran tingkat keparahan obesitas termasuk BMI, lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang-pinggul, dan penentuan lemak tubuh, yang didasarkan pada ketebalan lipatan kulit atau bioimpedance.
  • Tes darah meliputi gula darah puasa dan konsentrasi insulin, pengujian hormon tiroid, uji fungsi ginjal, tes fungsi hati, kadar kolesterol, dan jumlah darah lengkap.

Terapi

  • Diet, olahraga, dan modifikasi gaya hidup yang mengurangi asupan energi dan meningkatkan pengeluaran energi adalah terapi yang penting. Intervensi gizi dibahas di bawah ini dalam Diet untuk Obesitas. Aktivitas fisik membantu individu mempertahankan massa tubuh yang ramping, bila dibandingkan dengan pembatasan makanan saja, dan dapat mempersiapkan individu secara lebih baik dalam mempertahankan hilangnya berat badan setelah penurunan awal. Karena membutuhkan banyak olahraga untuk menurunkan sedikit berat badan, aktivitas fisik bukanlah pengganti perubahan diet.
  • Beberapa terapi medis tersedia. Namun, hasil jangka panjang dari terapi obat telah mengecewakan, dan berat badan naik kembali sekali obat dihentikan. Bukti terbaru menunjukkan bahwa kombinasi obat dan terapi perilaku memiliki hasil yang lebih baik daripada salah satu modalitas digunakan sendiri. Obat yang umum digunakan (tetapi tidak harus direkomendasikan) termasuk penekan nafsu makan (misalnya, sibutramine, phentermine, benzphetamine, phendimetrazine, diethylpropion) dan orlistat, yang mengurangi penyerapan lemak dari makanan.
  • Operasi bariatrik (“stapel  perut “) telah digunakan dengan sukses pada orang gemuk patologis (BMI> 40). Namun, komplikasi (seperti kekurangan gizi dan infeksi) sering ditemui dan bisa berakibat fatal.
  • Suplemen makanan yang menjanjikan penurunan berat badan yang luar biasa harus dihindari. Studi penelitian menunjukkan kurangnya kemanjuran penurunan berat badan dari chitosan, chromium picolinate, Garcinia cambogia, glucomannan, guar gum, hydroxy-methylbutyrate, plantago psyllium, piruvat, yerba mate, yohimbe, dan lainnya. Meskipun formula suplemen yang mengandung ephedra telah ditemukan efektif untuk mengontrol berat badan, ephedra membawa risiko tinggi penyakit jantung dan sekarang ilegal di Amerika Serikat.

Diet untuk Obesitas

Diet Barat, yang menekankan makanan sangat padat energi yang kaya lemak dan gula, mendorong konsumsi berlebihan dan kenaikan berat badan. Strategi terbaik untuk mengendalikan berat badan secara permanen adalah mengubah jenis makanan yang Anda makan dan meningkatkan aktivitas fisik. Ketika mengkonsumsi makanan yang rendah kepadatan energinya dan lebih tinggi dalam air dan serat (misalnya, salad, sup, sayuran, dan buah-buahan) dan sebaliknya bukan makanan yang tinggi kepadatan energinya, perasaan kenyang segera timbul, dan selanjutnya asupan makanan pun berkurang. Strategi ini telah menghasilkan penurunan berat badan pada beberapa studi klinis.

Langkah-langkah berikut mengurangi kepadatan energi dari makanan dan mempertahankan terjaganya berat badan:

  • shutterstock.com

    Mengurangi lemak makanan: Lemak mengandung kalori dua kali lipat lebih banyak daripada protein dan karbohidrat (9 kalori per gram lemak, dibandingkan dengan 4 kalori untuk protein atau karbohidrat). Lemak makanan sering hanya menambahkan kalori yang berlebihan. Tambahan lemak dalam makanan mengakibatkan penambahan cadangan lemak ketimbang pembakaran lemak. Mekanisme ini dapat menjelaskan mengapa prevalensi individu dengan kelebihan berat badan di seluruh dunia secara langsung berkaitan dengan persentase lemak dalam diet, dan mengapa diet rendah lemak secara konsisten terbukti mendorong penurunan berat badan secara moderat. Sumber umum dari lemak adalah daging, produk susu, gorengan, dan tambahan minyak.

  • shutterstock.com

    Memilih makanan tinggi karbohidrat kompleks dan serat: Penduduk di Asia, Afrika, dan tempat lain dimana pola makan mereka tinggi karbohidrat kompleks cenderung memiliki insiden obesitas yang rendah. Biji-bijian utuh (misalkan beras merah) dan kacang-kacangan dalam diet ini juga menyediakan serat. Serat mengenyangkan, tetapi memberikan kontribusi sedikit terhadap asupan kalori secara keseluruhan. Studi menunjukkan bahwa asupan serat terkait dengan berat badan dan lemak tubuh (yaitu, orang yang makan paling banyak serat cenderung memiliki berat badan yang terkendali dengan lebih baik, dan sebaliknya).

  • 123rf.com

    Menjalankan diet vegetarian yang rendah lemak: Banyak penelitian telah menemukan bahwa individu vegetarian cenderung lebih langsing daripada orang yang makan daging, dimana hal ini tidak mengherankan mengingat bahwa biji-bijian (misalkan beras merah), kacang-kacangan, sayuran, dan buah adalah rendah lemak dan tinggi karbohidrat kompleks dan serat. Percobaan acak menunjukkan bahwa diet vegan yang rendah lemak meningkatkan penurunan berat badan secara lebih besar daripada diet rendah lemak biasa, dan diet vegan juga menurunkan tingkat kolesterol dan gula darah. Sebuah studi terhadap diet vegetarian pada pasien jantung, dengan kombinasi olahraga dan manajemen stres, menunjukkan berkelanjutan penurunan berat badan selama periode lima tahun.

  • Meminimalkan gula: Sukrosa, sirup jagung tinggi-fruktosa, dan gula lain menambah kalori tanpa menimbulkan rasa kenyang. Secara khusus, peningkatan asupan minuman manis sangat terkait dengan naiknya obesitas.
  • Diet rendah karbohidrat, seperti Atkins dan South Beach, tidak dianjurkan. Diet ini belum ditemukan lebih baik daripada baik itu diet pembatasan kalori, diet rendah-lemak, maupun diet tinggi-karbohidrat, selama periode 12 bulan. Selain itu, jenis diet ini telah terbukti dapat meningkatkan kadar kolesterol, terutama kolesterol LDL (“kolesterol jahat”), kadang-kadang parah, pada sekitar sepertiga pengguna. Diet ini juga dapat menyebabkan hilangnya kalsium dari tubuh.
  • 123rf.com

    Kepribadian tertentu dan faktor-faktor perilaku ditemukan pada mereka yang berhasil mempertahankan penurunan berat badan. Faktor-faktor ini mencakup mengembangkan keterampilan coping yang mencegah menggunakan makanan sebagai hiburan; terlibat dalam tingginya tingkat aktivitas fisik (sekitar satu jam per hari); mengikuti diet rendah kalori, rendah lemak; makan pagi secara rutin; pemantauan berat badan secara rutin; dan menjaga pola makan yang konsisten selama tujuh hari seminggu. Karakter perilaku mereka yang mempertahankan penurunan berat badan didokumentasikan dan diperbarui dalam Registrasi Pengendalian Berat Badan Nasional, yang tersedia di http://www.nwcr.ws/.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

http://www.nutritionmd.org/consumers/nutritional_disorders/obesity.html

Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC., AS dan beranggotakan lebih dari 6.000 dokter yang tertarik dalam peran nutrisi pada kesehatan. Hubungi PCRM pada alamat berikut : Physicians Committee for Responsible Medicine, 5100 Wisconsin Ave., N.W., Ste.400, Washington DC, 20016, Phone: 202-686-2210     Email: pcrm@pcrm.org

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: