You are currently browsing the tag archive for the ‘Penyebab penyakit ginjal’ tag.

123rf.com

Penyakit Ginjal Kronis

Penyakit ginjal kronis (CKD), yang juga dikenal sebagai gagal ginjal atau insufisiensi ginjal, adalah gangguan yang sangat umum di kalangan orang dewasa yang lebih tua. Pada umumnya, ginjal berfungsi menyaring darah, mengeluarkan racun dan limbah, dan menjaga keseimbangan elektrolit. Bila fungsi ginjal terganggu, dapat mengakibatkan konsekuensi yang fatal.

Sebagian besar kasus disebabkan oleh diabetes mellitus dan/atau hipertensi yang telah lama diderita. Penyakit ini merusak pembuluh darah pada ginjal, menyebabkan disfungsi ginjal.

Gejala Penyakit Ginjal

Beberapa gejala baru terlihat ketika sekitar 75 persen fungsi ginjal telah hilang. Gejala awal dapat meliputi retensi cairan, pembengkakan kaki, hipertensi, dan anemia. Semakin fungsi ginjal menurun, gejala lebih berat semakin tampak, seperti sesak napas, mual, muntah, penurunan berat badan, kebingungan, dan gatal yang parah.

Penyakit ginjal juga merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung. Pada kenyataannya, sebagian besar pasien dengan penyakit ginjal kronis meninggal akibat penyakit kardiovaskular bahkan sebelum penyakit ginjal bertambah parah.

Faktor Risiko

Ras Afrika-Amerika memiliki tingkat penyakit ginjal jauh lebih tinggi dari dari kelompok ras lainnya. Hal ini sebagian disebabkan tingkat hipertensi yang lebih tinggi dalam kelompok ini.

Faktor lain yang berhubungan dengan peningkatan risiko meliputi:

  • Usia yang lebih tua
  • Riwayat keluarga
  • Infeksi saluran kemih dan batu ginjal
  • gangguan medis lain yang mungkin meningkatkan risiko kerusakan ginjal termasuk diabetes mellitus, hipertensi, gangguan autoimun (misalnya lupus eritematosus sistemik), dan infeksi sistemik.
  • Obat-obatan, termasuk obat anti radang (contoh ibuprofen)
  • Merokok

Diagnosa

  • Evaluasi akan dimulai dengan riwayat medis dan pemeriksaan fisik
  • Tes darah akan dilakukan.
  • Pengujian urine juga akan dilakukan.
  • USG atau CT scan mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab yang mendasarinya.
  • Jarang, biopsi ginjal mungkin diperlukan.

Pengobatan

  • Penanganan khusus yang mengatasi penyebab yang mendasari penyakit ginjal dapat menghentikan hilangnya fungsi ginjal. Secara khusus, pasien dengan diabetes mellitus atau hipertensi harus ditangani secara intensif untuk mengontrol gula darah dan tekanan darah. Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, seperti lisinopril atau captopril, adalah obat-obat tekanan darah yang sangat membantu untuk individu dengan penyakit ginjal.
  • Pembatasan natrium (garam) dan/atau diuretik biasanya diperlukan untuk mengurangi retensi cairan dan pembengkakan.
  • Anemia umum terjadi pada pasien penyakit ginjal. Pada pasien dengan defisiensi besi, suplemen besi harus digunakan. Pasien dengan penyakit ginjal biasanya diobati dengan obat yang disebut eritropoietin.
  • Olah raga, baik dalam bentuk pelatihan kekuatan dan latihan aerobik, dapat membantu pasien dengan penyakit ginjal.
  • Pada akhirnya, dialisis atau transplantasi ginjal mungkin diperlukan.

Pola Makan untuk Penderita Ginjal

Mengelola penyakit ginjal memberikan permasalahan tersendiri. Pasien dengan penyakit ginjal sering memiliki faktor risiko aterosklerosis, yang akan mendapat manfaat dari diet yang rendah lemak, sodium, gula, dan tinggi serat. Namun, pasien juga sering menunjukkan tanda-tanda malnutrisi, yang membutuhkan perencanaan makanan dengan sedikit pembatasan. Jenis diet yang tepat, seperti yang dijelaskan di bawah ini, dapat membantu mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan penumpukan produk limbah dalam darah, memperlambat perkembangan penyakit ginjal, dan dapat mencegah penyakit kardiovaskular.

123rf.com

Penurunan asupan protein: Asupan tinggi protein yang berkepanjangan dapat mengganggu fungsi ginjal. Pada wanita dengan penyakit ginjal ringan, mereka yang mengasup protein paling tinggi memiliki peningkatan risiko lebih dari tiga kali lipat menuju penurunan fungsi ginjal sebesar 15 persen atau lebih, dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi protein paling sedikit. Efek ini disebabkan oleh sumber protein dari hewan.

Sebuah tinjauan lebih baru berdasarkan delapan cobaan pada total 1.524 pasien menunjukkan bahwa, meskipun asupan protein yang optimal tetap tidak diketahui, mengurangi asupan protein pada individu dengan penyakit ginjal dapat mengurangi kematian akibat penyakit ini sebesar 30 persen, dibandingkan mereka dengan protein yang lebih tinggi atau yang tidak membatasi asupan protein.

Pada pasien dengan penyakit ginjal berat, diet sangat rendah protein dilengkapi dengan asam amino esensial bisa efektif.

Pembatasan natrium (garam): Tekanan darah tinggi merupakan penyebab penyakit ginjal, dan pembatasan natrium adalah bagian penting untuk mengendalikan tekanan darah.

Vitamin larut air: Diet rendah protein dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin, termasuk tiamin, riboflavin, dan terutama piridoksin. Selain itu, rendahnya tingkat vitamin C sering terjadi pada pasien penyakit ginjal. Dengan demikian, untuk pasien penyakit ginjal yang tidak menjalani dialisis ginjal, suplementasi dengan 5 mg per hari piridoksin dan 30 sampai 50 mg per hari vitamin C telah disarankan. Namun, tidak ada rekomendasi standar untuk jumlah tiamin atau riboflavin untuk kelompok ini.

Suplemen Vitamin D: Defisiensi vitamin D umumnya terjadi pada awal perjalanan penyakit ginjal. Suplementasi dengan vitamin D adalah sebuah tindakan yang penting untuk mencegah penyakit kardiovaskular.

123rf.com

Diet tinggi serat dan rendah lemak jenuh dan kolesterol: Kebanyakan pasien dengan penyakit ginjal kronis meninggal akibat kardiovaskuler sebelum mengembangkan penyakit ginjal yang lebih parah. Dalam sejumlah besar pasien, penanganan kolesterol – dengan diet atau obat – dapat menurunkan perkembangan penyakit ginjal. Studi menunjukkan bahwa diet vegetarian dapat sangat membantu dalam mengurangi kolesterol.

Sumber makanan dan suplemen serat dapat membantu untuk mengurangi penumpukan produk limbah dalam darah yang menyebabkan banyak gejala penyakit ginjal.

Diet tinggi kalori: Kehilangan nafsu makan dan asupan makanan yang buruk umum terjadi pada pasien ini. Malnutrisi berhubungan dengan hasil yang buruk dan risiko kematian yang lebih tinggi pada pasien dengan penyakit ginjal.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

http://www.nutritionmd.org/consumers/renal/kidney.html

Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC., AS dan beranggotakan lebih dari 6.000 dokter yang tertarik dalam peran nutrisi pada kesehatan. Hubungi PCRM pada alamat berikut : Physicians Committee for Responsible Medicine, 5100 Wisconsin Ave., N.W., Ste.400, Washington DC, 20016, Phone: 202-686-2210     Email: pcrm@pcrm.org

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: