3 Juni 2008

deforestationRIO DE JANEIRO (AFP) – Data terbaru yang mengkuatirkan menunjukkan pembabatan hutan yang semakin buruk di Amazon telah membuat malu pemerintah Brasil, yang digugat karena memberi izin atas lobi para produsen makanan yang berkuasa.

Institut Penelitian Luar Angkasa Nasional Brasil, yang menggunakan satelit untuk menghitung seberapa luas hutan hujan itu yang telah dihancurkan, minggu ini mengumumkan sebanyak 1.132 km2 lagi telah dibabat habis atau dibakar, berdasar citra bulan April.

Hal itu merupakan kenaikan besar-besaran atas data pembabatan hutan pada bulan Maret, saat institut tersebut mencatat bahwa wilayah hutan seluas 146 km2 telah lenyap – meskipun awan gelap menutupi bulan itu sehingga menghalangi satelit mengambil gambar ¾ Amazon.

Wakil Greenpeace di Brasil, Sergio Leitao, memberitahu AFP, bahwa data bulan April “luar biasa mencemaskan”.

WWF, grup perlindungan lingkungan lain, mengeluarkan pernyataan bahwa “mereka sangat prihatin” mengenai data terbaru dan mendesak Brasil untuk memperkuat mekanisme kontrol atas hutan.

Menteri lingkungan Brasil yang baru, Carlos Minc, mengakui bahwa “pembabatan tahun ini akan lebih besar daripada tahun lalu.”

Ia menyalahkan harga dunia yang tinggi atas kedelai dan daging sapi – dua ekspor utama Brasil – atas peningkatan pembabatan hutan di Amazon.

WWF setuju, “dimulainya lagi pembabatan hutan menunjukkan bahwa pasar perlu memandang dari sudut masalah lingkungan dan peraturan lingkungan saja tidak cukup.”

Dalam dua dekade terakhir, 700.000 km2 dari empat juta km2 lahan hutan telah dibabat habis, yang berarti lahan seluas lapangan sepak bola lenyap setiap 10 detik.

“Peternakan bertanggung jawab atas lebih dari 80% pembabatan hutan itu,” ucap Menteri Lingkungan Minc dalam sebuah konferensi pers Senin lalu.

Sumber: AFP