Auckland/Jakarta, Indonesia Greenpeace Indonesia mendesak Fonterra, EKSPORTIR PRODUK SUSU TERBESAR DI DUNIA, untuk bertanggung jawab atas peran mereka merusak hutan alam dan menyebabkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar. Fonterra selama ini membeli produk minyak kelapa sawit dari Indonesia dan Malaysia untuk memberi makan sapi mereka di Selandia Baru.

Seperempat produksi global pakan ternak Palm Kernel Expeller (PKE), produk ekonomis dari industri kelapa sawit Indonesia dan Malaysia, diimport ke Selandia Baru dimana mayoritas untuk memberi makan sapi.

“Perusakan hutan alam di Indonesia dan kontribusi buruk terhadap perubahan iklim untuk memberi makan sapi di Selandia Baru adalah skandal. Pemerintah Selandia Baru dan Indonesia harus bekerja sama untuk menghentikan perusahaan dan produk deforestasi ini dengan cara menerapkan moratorium penebangan hutan,” ujar Joko Arief, Juru kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.

Ekspansi industri kelapa sawit dan hutan tanaman industri telah membawa Indonesia menjadi negara dengan tingkat deforestasi tercepat di dunia, dan banyak binatang-binatang langka Indonesia seperti Orangutan, Harimau Sumatra dan Gajah terancam kepunahan.
Sumber:
http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/fonterra_terlibat_kehancuran_hutanindonesiaFile PDF yang memperlihatkan hubungan Fonterra dengan penghancuran hutan Indonesia

http://www.greenpeace.org/new-zealand/news/fonterra-exposed/fonterra-connection

April 28, 2010
Setelah Selandia Baru dan Swiss, perjuangan Greenpeace untuk melindungi hutan Indonesia dari perkebunan kelapa sawit yang tidak bertanggung jawab belum berakhir. Kemarin Aktivis Greenpeace yang bertopeng orangutan beraksi di Amsterdam, Belanda untuk meminta pertanggung jawaban Perusahaan Makanan dan Minuman Raksasa karena dianggap merusak hutan Indonesia.
Untuk informasi selanjutnya:

http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/aktivis-turun-rapat-pemegang-saham-nestle

http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/reports/caught-red-handed-how-nestle