Memiliki sekitar 90% cadangan es glasial dunia, Antartika telah lama dianggap dapat tahan terhadap pencairan yang telah terjadi pada selubung es di kutub yang berlawanan, Arktik. Namun, bukti baru menunjukkan bahwa lembaran es luas ini dapat menjadi tidak stabil dalam abad ini dan bahkan mereka telah mengalami periode kemerosotan yang cepat.

Data dari program riset geologi bersama yang dikenal sebagai ANDRILL, yang melibatkan ilmuwan dari Jerman, Italia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat, kini menunjukkan bahwa kenaikan permukaan laut sedikitnya 61 meter dapat terjadi jika lembaran es di Antartika dan Greenland mencair seluruhnya.

Memeriksa data 20 juta tahun dari sampel inti es sepanjang 1.100 meter, kepala ilmuwan AS Dr. David Harwood mengamati bahwa lembaran es sepertinya meningkat dan menyusut secara dinamis dari waktu ke waktu, sementara ahli geologi AS Dr. Robert DeConto melihat implikasi genting dari ketidakstabilan es dan mengatakan, “Model kita mungkin menaksir terlalu rendah seberapa buruk itu akan terjadi… Kita melihat es mundur lebih cepat dan lebih dramatis daripada ramalan model manapun.”

Referensi:

http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=antarctica-andrill-ice-sheets