Apa Itu Diabetes

123rf.com

Glukosa, gula sederhana, adalah bahan bakar utama tubuh. Ia hadir dalam aliran darah, tetapi pada penderita diabetes, ia tidak bisa masuk ke dalam sel-sel yang membutuhkannya. Pada diabetes tipe 1 (yang pernah disebut sebagai diabetes yang dimulai sejak masa kanak), masalahnya adalah suplai insulin yang tidak memadai, hormon yang mengantar gula ke dalam sel tubuh. Tanpa insulin, sel membran membuang gula keluar. Sekitar 5 sampai 10 persen orang dengan diabetes memiliki tipe.1

Jenis yang lebih umum dari diabetes, tipe 2, biasanya tidak terjadi sampai dewasa. Dalam bentuk ini, mungkin ada banyak insulin dalam aliran darah, tetapi sel-sel kebal terhadap itu. Glukosa tidak dapat dengan mudah masuk ke dalam sel, dan ia menumpuk dalam aliran darah. Dalam jangka pendek, orang dengan diabetes yang tidak terkontrol mungkin mengalami kelelahan, kehausan, sering buang air kecil, dan penglihatan kabur. Dalam jangka panjang, mereka berisiko terkena penyakit jantung, masalah ginjal, gangguan penglihatan, kerusakan saraf, dan kesulitan lainnya.

Diet untuk Diabetes

Makanan dapat menjadi hal yang kuat dalam mencegah dan menghilangkan diabetes. Akan tetapi, pola makan untuk diabetes telah berubah seiring dengan semakin banyak kita mempelajari penyakit ini.

Pendekatan tradisional terhadap diabetes berfokus pada membatasi gula halus dan makanan yang melepaskan gula selama pencernaan – tepung, roti, buah-buahan, pasta, dll. Dengan karbohidrat yang dikurangi, diet dapat mengandung sejumlah lemak dan protein yang tidak sehat. Jadi, ahli diabetes mengatur pembatasan lemak – terutama lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol – dan untuk membatasi protein untuk orang dengan fungsi ginjal yang terganggu.

Pendekatan baru memfokuskan perhatian lebih besar pada lemak. Lemak adalah masalah bagi penderita diabetes. Semakin banyak lemak dalam makanan, semakin lama waktu yang dibutuhkan insulin untuk memasukkan glukosa ke dalam sel-sel.2 Sebaliknya, meminimalkan asupan lemak dan mengurangi lemak tubuh membantu insulin melakukan tugasnya dengan jauh lebih baik. Program diet yang baru secara drastis mengurangi daging, produk susu yang tinggi lemak, dan minyak. Pada saat yang sama, mereka meningkatkan biji-bijian (misalkan beras merah), kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran.

Satu penelitian menemukan bahwa 21 dari 23 pasien dengan obat-obatan oral dan 13 dari 17 pasien dengan insulin mampu melepaskan obat mereka setelah 26 hari menjalankan makanan vegetarian dan program olahraga.3 Selama dua dan tiga tahun follow-up, kebanyakan orang dengan diabetes yang diobati dengan perlakuan ini telah mempertahankan kesehatan mereka.4 Perubahan dietnya sederhana, namun mendalam, dan cara itu berhasil. Diet vegetarian yang rendah lemak, ideal bagi penderita diabetes.

123rf.com

Sebuah penelitian tahun 2006, yang dilakukan oleh Physicians Committee for Responsible Medicine dengan George Washington University dan University of Toronto, melihat manfaat kesehatan dari pola makan vegan (tidak memakan semua produk hewani), yang rendah lemak, dan tidak diolah, pada orang dengan diabetes tipe 2.5 Porsi sayuran, biji-bijian (misalkan beras merah), buah, dan kacang-kacangan tidak dibatasi. Kelompok diet vegan dibandingkan dengan kelompok yang mengikuti diet berdasarkan pedoman American Diabetes Association (ADA). Hasil dari studi 22-minggu ini mengejutkan:

  • Empat puluh tiga persen dari kelompok vegan dan 26 persen dari kelompok ADA mengurangi obat diabetes mereka. Di antara mereka yang obatnya tetap konstan, kelompok vegan menurunkan hemoglobin A1C, sebuah indeks kontrol glukosa darah jangka panjang, dengan 1,2 poin, perubahan tiga kali lipat daripada kelompok ADA.
  • Kelompok vegan kehilangan rata-rata sekitar 13 pound, dibandingkan dengan hanya sekitar 9 pounds pada kelompok ADA.
  • Di antara peserta yang tidak mengubah obat penurun lemak mereka, kelompok vegan juga memiliki penurunan lebih besar dalam total dan tingkat kolesterol LDL mereka dibandingkan dengan kelompok ADA.

Penelitian ini menggambarkan bahwa diet nabati dapat secara dramatis meningkatkan kesehatan penderita diabetes. Hal ini juga menunjukkan bahwa orang-orang menemukan pola makan ini dapat sangat diterima dan mudah diikuti.

Olah raga memainkan peran penting pada diabetes.6,7 Melalui olahraga teratur, kebutuhan untuk suntikan insulin atau obat oral sering dapat dikurangi. Hal ini berlaku tidak hanya untuk orang dengan diabetes tipe 2, tetapi juga sampai batas tertentu bagi mereka dengan tipe 1. Otot-otot yang berolahraga rakus bahan bakar. Ketika seorang ikut dalam latihan aerobik teratur, glukosa dapat masuk ke dalam sel tanpa memerlukan sebanyak mungkin insulin.

Sementara orang dengan diabetes tipe 2 sering dapat mengurangi (dan kadang-kadang menghilangkan) obat ketika berat badan mereka berkurang, dan makanan dan olahraga lebih terkontrol, mereka yang memiliki diabetes tipe 1 akan selalu membutuhkan sumber insulin. Penyebab diabetes tipe 1 masih sulit dipahami. Beberapa studi telah melihat konsumsi susu sapi sebagai penyebabnya.8,9 Ketika pola konsumsi susu diteliti di berbagai bangsa, ada hubungan yang kuat dengan kasus diabetes tipe 1. Protein susu dapat menyebabkan reaksi autoimun di mana tubuh secara keliru menyerang sendiri sel-sel yang memproduksi insulin. Meskipun demikian, diet yang baik dan olahraga teratur dapat meminimalkan jumlah insulin yang dibutuhkan.

Pendekatan Diet Baru untuk Diabetes

Pendekatan baru dan efektif untuk diabetes ini sangat sederhana. Berikut adalah empat langkah sederhana untuk mengendalikan gula darah Anda (dan berat badan, tekanan darah, dan kolesterol) dengan pola makan.

1. Mulailah Pola Makan Vegan: Hindari Produk Hewani

shutterstock.com

Produk hewani mengandung lemak, khususnya lemak jenuh, yang terkait dengan penyakit jantung, resistensi insulin, dan beberapa jenis kanker. Produk ini juga mengandung kolesterol dan, tentu saja, protein hewani. Mungkin mengejutkan Anda untuk mengetahui bahwa diet tinggi protein hewani dapat memperburuk masalah ginjal dan hilangnya kalsium. Produk hewani tidak pernah memberikan karbohidrat atau serat yang menyehatkan. Pola makan vegan adalah pola makan yang tidak mengandung produk hewani sama sekali. Jadi, Anda menghindari daging merah, unggas, ikan, produk susu, dan telur.

2. Hindari Minyak Nabati yang Ditambahkan dan Makanan Tinggi Lemak Lainnya

Meskipun minyak nabati dalam beberapa hal lebih sehat daripada lemak hewani, lebih baik mengkonsumsinya seminimal mungkin. Semua lemak dan minyak sangat padat kalori. Satu gram minyak atau lemak apapun mengandung sembilan kalori, dibandingkan dengan hanya empat kalori untuk satu gram karbohidrat. Hindari makanan yang digoreng dengan minyak, topping minyak, dan buah zaitun, alpukat, dan selai kacang. Usahakan untuk tidak lebih dari 2-3 gram lemak per porsi makanan.

3. Sukai Makanan dengan Indeks Glikemik Rendah

Indeks glikemik mengidentifikasi makanan yang meningkatkan gula darah dengan cepat. Alat ini berguna untuk memilih makanan yang memiliki efek jauh lebih sedikit pada gula darah. Makanan yang tinggi indeks glisemik termasuk gula itu sendiri, kentang putih, sebagian besar produk tepung, dan sebagian besar sereal dingin.

Panduan Cepat Glikemik

Tinggi Glikemik (Hindari)

Rendah Glikemik (Nikmati)

Roti putih Roti multigrains
Sebagian besar sereal dingin Oatmeal atau sereal cara lama
Semangka, nanas Sebagian besar buah
Kentang panggang Ubi manis
Gula Pasta, beras, kacang, sebagian besar sayur

4. Konsumsi Makanan yang Tinggi Serat

Usahakan 40 gram serat sehari, tapi mulai perlahan-lahan. Masukkan kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan. Pilih biji-bijian (misalkan beras merah). Upayakan untuk setidaknya 3 gram per porsi pada label makanan dan sedikitnya 10 gram per makanan.

References
1. Centers for Disease Control and Prevention. National diabetes fact sheet: general information and national estimates on diabetes in the United States, 2005. Atlanta, GA: U.S. Department of Health and Human Services, Centers for Disease Control and Prevention; 2005.
2. Peterson KF, Dufour S, Befroy D, Garcia R, Shulman GI. Impaired mitochondrial activity in the insulin-resistant offspring of patients with type 2 diabetes. N Engl J Med. 2004;350:554-671.
3. Barnard RJ, Lattimore L, Holly RG, Cherny S, Pritikin N. Response of non-insulindependent diabetic patients to an intensive program of diet and exercise. Diabetes Care. 1982;5(4):370-374.
4. Barnard RJ, Massey MR, Cherny S, O’Brien LT, Pritikin N. Long-term use of a highcomplex- carbohydrate, high-fiber, low-fat diet and exercise in the treatment of NIDDM patients. Diabetes Care. 1983;6(3):268-273.
5. Barnard ND, Cohen, J, Jenkins DJ, et al. A low-fat, vegan diet improves glycemic control and cardiovascular risk factors in a randomized clinical trial in individuals with type 2 diabetes. Diabetes Care. 2006;29(8):1777-1783.
6. De Feo P, Di Loreto C, Ranchelli A, et al. Exercise and diabetes. Acta Biomed Ateneo Parmense. 2006;77 Suppl 1:14-17.
7. Thomas DE, Elliott EJ, Naughton GA. Exercise for type 2 diabetes mellitus. Cochrane Database Syst Rev. 2006;3:CD002968.
8. Scott FW. Cow milk and insulin-dependent diabetes mellitus: is there a relationship? Am J Clin Nutr. 1990;51:489-491.
9. Karjalainen J, Martin JM, Knip M, et al. A bovine albumin peptide as a possible trigger of insulin-dependent diabetes mellitus. N Engl J Med. 1992;327:302-307.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

http://www.pcrm.org/health/health-topics/diet-and-diabetes-recipes-for-success

Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC., AS dan beranggotakan lebih dari 6.000 dokter yang tertarik dalam peran nutrisi pada kesehatan. Hubungi PCRM pada alamat berikut : Physicians Committee for Responsible Medicine, 5100 Wisconsin Ave., N.W., Ste.400, Washington DC, 20016, Phone: 202-686-2210     Email: pcrm@pcrm.org