123rf.com

Kebiasaan makan tertanam sejak kita masih kecil. Memilih untuk menjadi vegetarian dapat memberikan anak kita dan seluruh keluarga kita kesempatan untuk menikmati berbagai macam nutrisi makanan yang baik.

Anak-anak yang dibesarkan dengan pola makanan buah-buahan, sayur-sayuran, padi-padian/biji-bijian utuh (misalkan beras merah), dan kacang-kacangan akan tumbuh dengan berat badan yang ideal dan sehat, bahkan lebih panjang umur dibandingkan teman-temannya yang mengkonsumsi daging. Mengambil nutrisi makanan dari tumbuh-tumbuhan lebih sehat bila dibandingkan dengan makanan hewani yang memiliki lemak jenuh, kolesterol, dan beberapa nutrisi yang tidak bisa didapat dari makanan nabati. Beberapa nutrisi yang diperlukan oleh tubuh banyak dimiliki oleh tumbuhan yang dapat memberikan energi, protein, dan beberapa nutrisi lainnya yang berguna bagi tubuh seperti serat, antioksidan, vitamin, mineral, dan phytochemical.

Nutrisi yang Sempurna untuk Anak-anak

Pola makan vegetarian memberikan nutrisi yang sempurna bagi semua kalangan, dari yang baru lahir sampai yang sudah dewasa. Tentu, nutrisi terbaik yang diperlukan untuk bayi berasal dari susu ibu. Itu merupakan cara alam dimana ibu menyusui bayi untuk meningkatkan kekebalan bagi tubuh bayi.

Para dokter menyarankan untuk mengenalkan makanan padat ketika mereka telah berusia setengah tahun. Makanan sapih yang terbaik adalah makanan yang lembut seperti bubur, sereal, buah yang sudah dihaluskan, dan sayur yang sudah dimasak. Dengan kesempatan mencoba memberi makanan vegetarian bagi mereka, para anak remaja dan anak-anak biasanya akan menikmati berbagai macam buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian (misalkan beras merah), dan kacang-kacangan—dan terlebih lagi jika mereka sedang masa pertumbuhan. Pada usia sekolah, anak-anak biasanya berantusias untuk mengetahui bagaimana cara mendapatkan makanan, bagaimana cara memasaknya, mendatangi para petani, dan berkebun. Para remaja yang tumbuh dengan vegetarian lebih mudah mengatur kesehatannya dengan berat badan yang seimbang serta mengurangi masalah seperti jerawat, alergi, dan masalah gastrointestinal dibandingkan dengan teman sebayanya.

Beberapa studi mengatakan bahwa pertumbuhan anak vegetarian lebih bertahap dibandingkan dengan non vegetarian—dengan kata lain, anak vegetarian tumbuh lebih lambat sedikit pada awalnya, tetapi mereka akan menyusul juga nantinya. Pada akhirnya, tinggi dan berat anak vegetarian seimbang dengan anak yang mengkonsumsi daging. Yang menarik, memberi bayi dengan ASI dapat memperlambat pertumbuhannya dibandingkan dengan susu botol. Sesuatu yang kurang cepat berkembang pada tahun-tahun-tahun awal diperkirakan akan menurunkan risiko penyakit di hidup nantinya.

Ternyata, pola makan hewani yang mengandung protein tinggi seperti daging, telur, dan produk susu dapat memajukan waktu pubertas, seperti yang ditunjukkan pada sebuah penelitian tahun 2000 dari Harvard School of Public Health, yang hasilnya mengatakan bahwa anak perempuan yang mengkonsumsi protein tinggi mengalami masa pubernya lebih cepat antara 3 hingga 8 tahun bila dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi protein dari sayuran. Alam kemungkinan telah merancang dengan baik tubuh manusia untuk tumbuh secara bertahap, mencapai masa pubertas di kemudian hari, dan hidup lebih lama daripada orang-orang yang dibesarkan dengan pola makan omnivora.

Anak-anak perempuan di AS dan negara industri lainnya mengalami pubertas pada usia yang secara drastis lebih muda.1 Penelitian Dr. Frank Biro dari Cincinnati Children’s Hospital Medical Center tahun 2010 yang dipublikasikan dalam Jurnal Pediatrics menunjukkan bahwa pada usia 7 tahun, payudara mulai berkembang pada sekitar 10% anak perempuan kulit putih dan 23% anak perempuan kulit hitam – bandingkan dengan penelitian tahun 1997 yang menunjukkan hanya 5% anak perempuan kulit putih dan 15% anak perempuan kulit hitam mengalami pubertas dini.2

123rf.com

Dr. Joyce Lee, dokter spesialis endokrin anak di University of Michigan menyebutkan penyebabnya adalah pola makan2, salah satunya adalah konsumsi susu sapi3. Susu sapi tinggi lemak, tinggi kandungan hormon pertumbuhan, sekaligus zat racun kimia lain yang berasal dari sapi-sapi yang banyak mengkonsumsi obat-obatan. Ketika susu sapi diberikan kepada bayi dalam bentuk susu formula, dampaknya sangat mengerikan.4 Semuanya ini berkaitan dengan pubertas dini dan penyebaran sel kanker dalam organ reproduksi manusia.5,6,7 Selain itu, reaksi imun terhadap protein sapi yang tinggi berkaitan dengan penyakit gastrointestinal8 dan kanker9,10.

Anak-anak yang mengalami pubertas dini, baik pada anak laki-laki maupun perempuan, mengalami sensasi seksual dewasa yang mereka tidak mengerti, sehingga sebagai akibatnya, terjadi peningkatan hubungan seksual pada saat remaja dan depresi2, penyakit kelamin, dan kanker payudara11, dibandingkan dengan mereka yang berkembang lebih perlahan. Dr. Frank Biro menyarankan agar keluarga membiasakan makan lebih banyak buah dan sayur untuk memimalkan risiko pubertas dini ini.2

Gregory R. Smith memutuskan menjadi vegetarian pada usia 2 tahun, lulus universitas pada usia 13 tahun, dan saat ini mengambil 4 gelar doktor di Universitas Virginia

Sebuah penelitian di Boston pada tahun 1980 mengkaji IQ dari anak vegetarian. Beberapa anak mengikuti pola makan makrobiotik, beberapa dari mereka adalah anggota dari Advent Hari Ketujuh (pengikutnya biasa mengonsumsi pola makan nabati), dan sisanya adalah keluarga yang sering melakukan pola makan vegetarian. Di dalam tes inteligensi, hasil tes mereka secara signifikan di atas rata-rata, dengan rata-rata IQ 116. Jadi, penelitian ini seharusnya dapat menenangkan hati orang tua vegetarian yang ingin tahu apakah produk hewani dibutuhkan oleh perkembangan otak. Jawabannya sudah jelas: Tidak.

Anak-anak yang biasa mengkonsumsi nugget ayam, daging babi, dan kentang goreng masa ini biasanya menjadi pasien kanker, jantung, dan diabetes di masa depan mereka. Anak-anak yang tumbuh dengan pola makan biji-bijian utuh/padi-padian (misalkan beras merah), sayur-sayuran, buah-buhan, dan polong-polongan mempunyai risiko yang lebih kecil terkena penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker, dan penyakit lain yang terkait dengan kegemukan dibandingkan dengan temannya yang dibesarkan dengan pola makan rata-rata orang Amerika. Oleh karena itu, mereka juga cenderung berumur panjang.

Kebutuhan Nutrisi

Karbohidrat kompleks yang banyak ditemukan di padi-padian, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran memberikan energi yang cukup bagi anak-anak aktif. Membiasakan anak dengan cita rasa beras merah, roti whole wheat, pasta gandum, gandum giling, dan jagung, termasuk butir padi yang kurang terkenal seperti barley, quinoa, millet dan lain-lain dapat menambah serat dan nutrisi pada pola makan anak-anak. Selain itu, menjauhi anak-anak dari permen, minuman manis, produk tinggi olahan, dan sereal yang sangat manis dapat membantu mereka menghindari makan terlalu banyak dan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

Umumnya, anak-anak membutuhkan protein untuk pertumbuhannya, tetapi sebenarnya mereka tidak membutuhkan protein tinggi yang berasal dari produk hewani. Banyak orang tidak menyadari bahwa variasi menu padi-padian, kacang-kacangan, sayur-sayuran, dan buah-buahan juga dapat memberikan protein yang tinggi. “Defisiensi protein” yang biasa dikhawatirkan oleh orang tua terjadi di negara-negara miskin dan disebabkan karena kelaparan atau keterbatasan pangan. Kekurangan protein benar-benar tidak terjadi pada pola makan nabati yang bervariasi.

Anak-anak yang masih kecil mungkin membutuhkan sedikit lebih banyak asupan lemak daripada orang dewasa. Sumber lemak yang sehat di antaranya berasal dari produk kedelai, buah alpukat, dan mentega kacang. “Hot dog” kedelai, mentega kacang, sandwich jeli, burger vegie, dan potongan alpukat di dalam salad, sebagai contoh, diterima dengan baik. Namun, kebutuhan lemak dalam pola makan seharusnya tidak diperlukan terlalu banyak. Anak-anak Amerika banyak yang memiliki lapisan berlemak di arteri mereka – yang merupakan awal dari penyakit jantung — sebelum mereka tamat SMA. Sebaliknya, anak-anak Jepang yang tumbuh dengan pola makan tradisional yang rendah lemak selanjutnya lebih sedikit bermasalah dengan diabetes, jantung, obesitas, dan penyakit kronis lainnya.

Para orang tua mungkin ingin memastikan bahwa pola makan anak-anak mereka mengandung sumber vitamin B12 yang dibutuhkan untuk kesehatan darah dan fungsi syaraf. Defisiensi jarang terjadi, namun bila terjadi, sulit untuk dideteksi. Vitamin B12 sangat berlimpah di dalam berbagai produk sereal, susu kedelai, dan susu beras yang difortifikasi, dan ragi yang bergizi. Periksa label dengan kata cyanocobalamin atau B12. Anak-anak yang tidak makan produk-produk tersebut harus mengonsumsi suplemen B12 sebanyak 3 mg atau lebih per hari. Vitamin anak-anak umumnya mengandung B12 lebih dari cukup.

Tubuh juga membutuhkan vitamin D dan bahwa itu bisa didapat dengan bermain di  luar di bawah sinar matahari. Lima belas atau dua puluh menit sinar matahari setiap hari di tangan dan wajah sudah cukup bagi sel kulit tubuh untuk memproduksi vitamin D.

Untuk kalsium, kacang-kacangan, ubi manis, sayuran hijau, termasuk bayam, kale, brokoli, sawi hijau, dan bit adalah sumber kalsium yang luar biasa. Susu kedelai, susu beras yang diperkaya, dan jus yang diperkaya dengan kalsium memberikan kalsium yang sangat banyak. Sebagai tambahan, memakan banyak buah dan sayuran, tanpa protein hewani, dan membatasi asupan garam, membantu tubuh untuk memelihara kalsium.

Anak-anak yang sedang tumbuh juga membutuhkan zat besi yang terkadung dalam berbagai jenis kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau. Vitamin C dalam sayuran dan buah membantu penyerapan zat besi, terutama bila dimakan bersama dengan makanan yang kaya zat besi. Hanya sedikit orang yang tahu bahwa susu sapi mengandung zat besi yang sangat sedikit dan dapat menyebabkan kehilangan darah ringan dan kronis pada pencernaan yang dapat mengurangi zat besi dan menaikkan risiko anemia.

Bayi

Sekali lagi, makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir adalah ASI. Bila menyusui tidak dimungkinkan, susu kedelai formula cukup bernutrisi. Bayi tidak memerlukan susu sapi formula untuk tumbuh. Sebagai tambahan, selain mengandung protein yang menyebabkan kolik atau mulas yang mengganggu banyak anak, susu sapi adalah penyebab umum alergi. Respon imun terhadap protein susu berkaitan dengan diabetes-yang-tergantung-pada-insulin dan bahkan Sindrom Kematian Bayi Mendadak. Susu kedelai yang dijual di toko untuk orang dewasa tidak sama dan tidak sesuai untuk bayi, kecuali susu kedelai formula untuk bayi.

Bayi tidak membutuhkan makanan lain selain ASI atau susu formula kedelai pada setengah tahun pertama, dan mereka seharusnya terus menerima ASI atau formula paling sedikit sepanjang 12 bulan pertama. Bayi yang disusui juga membutuhkan sinar matahari sekitar dua jam dalam seminggu untuk memperoleh vitamin D — motivator yang baik bagi ibu-ibu untuk kembali berjalan dengan rutin.

Saat berusia 5 sampai 6 bulan, atau berat bayi menjadi berlipat, makanan lain bisa ditambahkan pada pola makannya. Dokter anak sering menyarankan untuk mulai dengan sereal yang diperkaya zat besi karena pada usia 4 sampai 6 bulan, persediaan zat besi bayi yang tinggi secara alami sejak lahir, mulai menurun. Tambahkan satu makanan sederhana baru setiap kali, dengan jarak satu sampai dua minggu.

Panduan berikut ini memberikan rencana yang fleksibel untuk menambahkan makanan pada pola makan bayi Anda.

Menu Makan Bayi Usia 5 sampai 6 Bulan

Perkenalkan sereal yang kaya besi kepada bayi. Cobalah sereal beras terlebih dahulu yang dicampur dengan sedikit ASI atau susu formula kacang kedelai, karena susu tersebut tidak menyebabkan alergi. Kemudian, berikan bubur oat atau barley. Kebanyakan dokter anak menyarankan untuk menunda memberikan terigu hingga anak paling tidak berusia 8 bulan, karena terigu cenderung dapat menimbulkan alergi.

Menu Makan Bayi Usia 6 sampai 8 Bulan

  • Perkenalkan sayuran. Kentang, kacang polong, wortel, dan kacang-kacangan adalah pilihan yang baik. Bahan makanan tersebut harus dimasak hingga seperti bubur.
  • Perkenalkan buah-buahan. Cobalah pisang dan alpukat yang dihaluskan, atau sari buah pir dan jus apel.
  • Perkenalkan roti. Hingga usia 8 bulan, kebanyakan bayi bisa makan roti kering, roti, dan sereal kering.
  • Perkenalkan makanan yang kaya protein. Juga sekitar 8 bulan, bayi mulai dapat mengasup makanan yang tinggi protein seperti tahu atau bubur kacang.

Menu Makan Anak-anak dan Remaja

Anak-anak membutuhkan kalori dan nutrisi, tetapi perut mereka kecil. Sering-seringlah memberi cemilan kepada anak-anak, dan tambahkan beberapa makanan seperti jus buah. Bagaimanapun, jus perlu dibatasi karena anak-anak bisa kenyang karena jus, mereka senang manisnya daripada makanan yang lain.

Remaja biasanya memiliki jadwal yang sibuk dan kebutuhan energi yang tinggi. Bekali dengan cemilan pilihan yang lezat dan sehat dan arahkan mereka untuk memilih makanan yang rendah lemak apabila jajan di luar untuk menghindari masalah kelebihan berat badan dan masalah kesehatan. Kebutuhan kalori berbeda dari anak yang satu dengan anak lainnya. Panduan berikut ini adalah panduan umum saja.

KELOMPOK MAKANAN

Biji-bijian utuh atau padi

  • Biji-bijian utuh termasuk roti, sereal panas dan dingin, pasta, biji-bijian yang dimasak (seperti beras merah dan barley), dan roti kering.
  • Satu porsi sajian setara 100 gr pasta, biji-bijian, atau sereal yang dimasak; atau 150 hingga 250 gr sereal siap saji; atau ½ kue atau roti kering, atau satu iris roti tawar.

Sayur-sayuran

  • Sayuran hijau tua termasuk brokoli, kangkung, bayam, collard hijau, lobak, sawi, labu, dan chai sim.
  • Sayuran lainnya termasuk segala sayur-sayuran yang segar atau beku, mentah atau yang telah dimasak.
  • Satu porsi sayuran setara dengan 100-125 gr yang telah dimasak atau 200-250 gr yang masih mentah (kecuali jumlahnya ditentukan).

Polong-polongan, Kacang-kacangan, Biji-bijian, dan Susu yang Bukan dari Sapi

  • Polong-polongan di antaranya kacang yang dapat dimasak seperti kacang merah, kacang lentil, kacang hijau, kacang hitam, buncis, hingga produk kacang kedelai seperti tahu, burger veggie, “hot dogs” atau sandwich kedelai, dan tempe.
  • Satu sajian polong-polongan sebanding dengan 100-125 gr kacang-kacangan, tahu, atau yang lainnya (kecuali jumlah ditentukan)
  • Susu yang bukan dari sapi, di antaranya ASI, susu kedelai formula untuk bayi dan balita, susu beras, susu kedelai, dan sayuran lainnya untuk anak-anak yang berusia hingga 1 tahun. Pilihlah susu kacang murni, seperti Westsoy Plus, Enriched VitaSoy, atau Edensoy, apabila memungkinkan, atau menggunakan susu lainnya yang murni dari bahan nabati.
  • Satu takaran sajian susu bukan dari sapi sebanding dengan 100-125 cc.
  • Kacang termasuk kacang utuh atau yang telah dipotong-potong, mentega kacang, biji-bijian utuh (misalkan beras merah), atau mentega dari biji-bijian.
  • Satu hingga dua takaran sajian kacang-kacangan bisa dimasukkan dalam asupan sehat, tetapi itu bersifat pilihan. Satu takaran sajian kacang-kacangan atau mentega kacang sebanding dengan 1 sendok makan.

Buah-buahan

  • Buah termasuk semua buah yang segar atau beku, mentah atau yang telah dimasak, serta jus buah.
  • Satu takaran sajian sebanding 100-125 gr buah yang telah dimasak, atau 100-125 cc jus buah, atau 50 gr buah kering, atau 1 potong buah (kecuali jumlahnya ditentukan.)

Menu Makanan Harian untuk Anak-anak dan Remaja

Usia 1 hingga 4 Tahun

  • Biji-bijian utuh/padi (misalkan beras merah), Roti tawar, Sereal: 4 porsi (1 porsi setara dengan 1 iris roti seukuran CD atau nasi setangkup)
  • Sayur-sayuran: 2 – 4 sendok makan sayuran hijau, atau 50 – 125 gr sayuran lainnya
  • Kacang polong, Kacang tanah, Biji-bijian, Susu bukan dari sapi: 50 – 125 gr kacang polong, 3 porsi ASI (1 porsi setara dengan 200 cc susu), susu formula kedelai, susu kedelai, atau susu bukan dari sapi lainnya
  • Buah: 150 – 300 gr

Usia 5 hingga 6 Tahun

  • Biji-bijian utuh/padi (misalkan beras merah), Roti tawar, Sereal: 6 porsi  (1 porsi setara dengan 1 iris roti seukuran CD atau nasi setangkup)
  • Sayur-sayuran: 50 gr sayuran hijau, atau 50-100 gr sayuran lainnya
  • Kacang polong, Kacang tanah, Biji-bijian, Susu bukan dari sapi: 100-200 gr kacang, atau 3 porsi susu kedelai, atau susu bukan dari sapi lainnya (1 porsi setara dengan 200 cc susu)
  • Buah : 100-200 gr

Usia 7 hingga 12 Tahun

  • Biji-bijian utuh/padi (misalkan beras merah), Roti tawar, Sereal: 7 porsi  (1 porsi setara dengan 1 iris roti seukuran CD atau nasi setangkup)
  • Sayur-sayuran: 1 porsi sayuran hijau, atau 3 porsi sayuran lainnya (1 porsi setara dengan 100 gr sayur atau seukuran bola lampu)
  • Kacang polong, Kacang tanah, Biji-bijian, Susu bukan dari sapi: 2 porsi kacang polong (1 porsi setara dengan 100 gr kacang), atau 3 porsi susu kedelai (1 porsi setara dengan 100 cc), atau susu bukan dari sapi lainnya
  • Buah: 3 porsi (1 porsi setara dengan 100 gr atau seukuran bola tenis)

Usia 13 hingga 19 Tahun

  • Biji-bijian utuh/padi (misalkan beras merah), Roti tawar, Sereal: 10 porsi (1 porsi setara dengan 1 iris roti seukuran CD atau nasi setangkup)
  • Sayur-sayuran: 1 porsi sayuran hijau, atau 3 porsi sayuran lainnya (1 porsi setara dengan 100 gr sayur atau seukuran bola lampu)
  • Kacang polong, Kacang tanah, Biji-bijian, Susu bukan dari sapi: 3 porsi kacang polong (1 porsi setara dengan 100 gr kacang), atau 2–3 porsi susu kedelai (1 porsi setara dengan 100 cc), atau susu bukan dari sapi lainnya
  • Buah : 4 porsi (1 porsi setara dengan 100 gr atau seukuran bola tenis)
  • Pastikan ada tambahan sumber vitamin B12, seperti multivitamin untuk anak-anak atau sereal atau susu kacang yang kaya akan vitamin.

CONTOH MENU

Usia 1 hingga 4 Tahun

  • Sarapan Pagi: Oat dengan saus apel, jus jeruk yang kaya kalsium
  • Makan Siang: Mentega wijen yang dioleskan pada keripik, pisang, susu kedelai, potongan wortel
  • Makan Malam: Jagung, ubi manis yang sudah lunak, sayuran yang ditim, susu kedelai
  • Kudapan: Pir, susu kedelai

Usia 4 hingga 6 Tahun

  • Sarapan Pagi: Sereal biji-bijian dengan pisang dan susu kedelai, jus jeruk
  • Makan Siang: Sandwich salad tahu, jus apel, potongan wortel, cookies oat
  • Maka Malam: Kacang panggang dengan “hot dog” kedelai, kentang bakar, bayam, susu kedelai, salad buah
  • Kudapan: roti cracker, susu kedelai

Usia 7 hingga 12 Tahun

  • Sarapan Pagi : Jus pisang dan strawberi, roti panggang dengan mentega almond, jus jeruk yang kaya kalsium
  • Makan Siang: Hearty Chili Mac, salad hijau, roti tawar
  • Makan Malam:  Brokoli kukus dengan ragi yang bernutrisi, wortel kukus, kentang oven, apel, susu kedelai
  • Kudapan: Popcorn, buah ara, es krim kedelai

Usia 13 hingga 19 Tahun

  • Sarapan Pagi: Roti bagel dengan mentega apel, pisang, jus jeruk yang kaya kalsium
  • Makan Siang: Kacang burrito dengan selada, tomat, nasi
  • Makan Malam: Brokoli rebus, wortel, jus jeruk, jamur, mentega kacang
  • Kudapan: Wortel mini, smoothie buah

Referensi :

  1. Herman-Giddens ME, et al. Secondary sexual characteristics and menses in young girls seen in office practice: a study from the Pediatric Research in Office Settings network. Pediatrics Apr 1997;99(4):505-12.
  2. http://link.reuters.com/veh73n Pediatrics, online August 9, 2010.
  3. http://thebabybond.com/EarlyPuberty.html
  4. Davis MK. Review of the evidence for an association between infant feeding and childhood cancer. Int J Cancer suppl 1998(11):29-33.
  5. Stoll BA. Western diet, early puberty and breast cancer risk. Breast Cancer Res Treat (England) Jun 1998;49(3):187-93.
  6. Outwater JL, et al. Dairy products and breast cancer: the IGF-I, estrogen and bGH hypothesis. Med Hypotheses Jun 1997;48(6):453-61.
  7. Kato I, et al. Factors related to late menopause and early menarche as risk factors for breast cancer. Jpn J Cancer Res (Japan) Feb 1998;79(2):165-72.
  8. Knoflach P, et al. Serum antibodies to cow’s milk proteins in ulcerative colitis and Crohn’s disease. Gastroenterology Feb 1987;92(2):479-85.
  9. Karlen P, et al. Increased risk of cancer in ulcerative colitis: a population-based cohort study, Am J Gastroenterol (Sweden) Apr 1999;94(4):1047-52.
  10. Nyberg F, et al. Dietary factors and risk of lung cancer in never-smokers. Int J Cancer (Sweden) Nov 1998;78(4):430-6.
  11. Stoll BA, et al. Does early physical maturity influence breast cancer risk? Acta Oncol (England) 1994;33(2):171-6.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

http://www.pcrm.org/health/diets/vegdiets/vegetarian-diets-for-children-right-from-the-start

Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC., AS dan beranggotakan lebih dari 6.000 dokter yang tertarik dalam peran nutrisi pada kesehatan. Hubungi PCRM pada alamat berikut : Physicians Committee for Responsible Medicine, 5100 Wisconsin Ave., N.W., Ste.400, Washington DC, 20016, Phone: 202-686-2210     Email: pcrm@pcrm.org