123rf.com

Batu ginjal, atau nefrolitiasis, cukup umum di Amerika Serikat dan masyarakat Barat lainnya, hampir 10 persen orang Amerika berisiko terkena batu ginjal dalam hidup mereka.

Batu terbentuk ketika mineral, seperti kalsium, atau molekul lain, seperti asam urat, hadir dalam urin pada tingkat abnormal yang tinggi. Zat-zat ini membentuk kristal yang secara bertahap bertambah besar dan dapat terjebak dalam ginjal atau saluran kemih. Batu yang mengandung kalsium adalah yang paling umum, sekitar 75 persen dari kasus.

Gejala batu ginjal meliputi nyeri panggul parah, yang mungkin juga dirasakan di perut bagian bawah, selangkangan, atau testis; buang air kecil yang sakit; kencing berdarah; dan mual atau muntah.

Faktor Risiko

  • Gender pria: Laki-laki tiga kali lebih mungkin terkena batu ginjal daripada wanita.
  • Sejarah batu ginjal: Individu yang telah terkena batu ginjal memiliki peluang 80 persen kekambuhan dalam waktu 10 tahun. Individu dengan riwayat keluarga batu ginjal memiliki risiko dua sampai tiga kali lebih tinggi.
  • Geografi: Individu di daerah suhu tinggi dan kelembaban yang tinggi tampaknya memiliki risiko lebih besar.
  • Negara: Individu di negara maju memiliki risiko jauh lebih tinggi dibandingkan dengan individu di negara berkembang. Hal ini diduga karena faktor makanan, khususnya tidak adanya diet gaya Barat, yang berbasis daging, di negara berkembang.
  • Obesitas: Dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan normal, pria obesitas memiliki risiko 33 persen lebih besar dalam pembentukan batu ginjal, sementara wanita obesitas memiliki risiko 200 persen lebih besar.
  • Diet: Diet memainkan peran penting.
  • Infeksi saluran kemih kronis
  • Dehidrasi (misalnya, diare)

Diagnosa

  • Riwayat medis dan pemeriksaan fisik dapat membantu menegakkan diagnosa penyakit dalam sebagian besar kasus.
  • CT scan perut dan panggul adalah tes pilihan untuk mendeteksi batu ginjal. Dalam beberapa kasus, X-ray dari perut akan mengidentifikasi batu ginjal, tetapi CT scan jauh lebih akurat. USG juga dapat digunakan untuk memvisualisasikan batu ginjal, terutama pada individu yang sebaiknya menghindari radiasi, termasuk perempuan hamil.
  • Tes darah dan urin mungkin diperlukan.
  • Jika sebuah batu ginjal keluar, batu itu harus dikirim ke laboratorium untuk dianalisa.

Pengobatan

  • Batu kecil biasanya akan keluar dengan sendirinya dan tidak memerlukan perawatan medis. Peningkatan asupan cairan dapat memperlancar keluarnya batu.
  • Dalam beberapa kasus, obat dapat direkomendasikan untuk memperlanjar keluarnya batu. Ini termasuk tamsulosin (Flomax) atau alpha blocker (misalnya, terazosin).
  • Sekitar 10 sampai 20 persen batu ginjal membutuhkan operasi pengangkatan.
  • Kekambuhan sering terjadi. Orang yang cenderung membentuk batu harus diberi metode pencegahan batu, yang tertera di bawah ini.

Diet untuk Batu Ginjal

Batu ginjal semakin umum. Insiden bertambah dengan meningkatnya asupan protein hewani, obesitas, dan asupan cairan yang miskin. Diet vegetarian dapat menawarkan perlindungan yang signifikan terhadap pembentukan batu.

Dalam studi observasi, faktor-faktor berikut ini terkait dengan penurunan risiko:

  • Shutterstock.com

    Mengurangi asupan protein hewani dan natrium: Asupan makanan tinggi protein hewani meningkatkan risiko batu ginjal. Dibandingkan dengan seseorang yang makan 50 gram atau kurang protein hewani per hari, mereka yang mengonsumsi paling banyak (77 gram atau lebih) memiliki risiko 33 persen lebih tinggi terkena batu ginjal. Dibandingkan dengan diet standar (rendah kalsium) yang digunakan untuk pencegahan pembentukan batu kalsium, diet yang membatasi protein hewani dan natrium mengurangi risiko kekambuhan batu ginjal setengahnya.

  • Membatasi oksalat: Makanan kaya oksalat dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal. Pasien dapat mengambil manfaat dari menghindari makanan tinggi oksalat, termasuk bayam, stroberi, cokelat (terutama gelap), kacang, bit, dan teh. Atau, metode persiapan makanan tertentu dapat digunakan untuk mengurangi kadar oksalat. Merebus hingga mendidih, misalnya, mengurangi kandungan oksalat sebanyak 80 persen.
  • Kalsium pada saat makan: Menariknya, asupan kalsium dari makanan menurunkan risiko batu kalsium, mungkin karena kalsium menurunkan penyerapan oksalat. Individu yang mengkonsumsi jumlah terbesar kalsium dari makanan memiliki risiko sekitar 30 persen lebih rendah dalam pembentukan batu ginjal, dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi jumlah terendah. Berbeda dengan kalsium yang dikonsumsi pada waktu makan, kalsium dari suplemen yang diminum antara waktu makan dapat memiliki efek yang sangat berbeda dan dapat terkait dengan peningkatan risiko batu ginjal.
  • Membatasi cola, kopi, dan teh: Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, bukti menunjukkan bahwa konsumsi cola secara signifikan meningkatkan risiko batu ginjal. Individu yang menghindari cola telah ditemukan memiliki tingkat 15 persen lebih rendah kekambuhan batu ginjal daripada mereka yang terus mengkonsumsi minuman ini. Kopi dan teh juga dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko.
  • Secara keseluruhan asupan cairan tampaknya paling penting. Individu yang mengkonsumsi jumlah tertinggi cairan setiap hari (sekitar 2,6 liter) memiliki risiko 30 sampai 40 persen lebih rendah dalam pembentukan batu ginjal daripada mereka yang minum paling sedikit (sekitar 1,4 liter).
  • Diet vegetarian: Survei Nationwide telah menentukan bahwa risiko pembentukan batu ginjal 40 sampai 60 persen lebih rendah pada orang yang mengikuti diet vegetarian. Diet vegetarian dapat menurunkan risiko batu ginjal dengan beberapa cara. Ini termasuk tidak adanya protein hewani dan asupan magnesium dan kalium yang lebih tinggi, yang keduanya terkait dengan risiko lebih rendah dalam pembentukan batu ginjal. Diet vegetarian juga menyediakan jumlah yang cukup akan biji-bijian (misalkan beras merah) yang tinggi dalam asam fitat, zat kimia dalam tumbuhan yang dikaitkan dengan risiko 40 persen lebih rendah dalam pembentukan batu ginjal pada orang yang memakan paling banyak (sekitar 900 miligram/hari), dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi paling sedikit (sekitar 600 miligram/hari).

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

http://www.nutritionmd.org/consumers/renal/kidneystones.html

Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC., AS dan beranggotakan lebih dari 6.000 dokter yang tertarik dalam peran nutrisi pada kesehatan. Hubungi PCRM pada alamat berikut : Physicians Committee for Responsible Medicine, 5100 Wisconsin Ave., N.W., Ste.400, Washington DC, 20016, Phone: 202-686-2210     Email: pcrm@pcrm.org