123rf.com

Saat kita stres, kita sering beralih ke makanan “nikmat” seperti makaroni dan keju, pizza, dan es krim. Ironisnya, makanan tinggi lemak biasanya merupakan pilihan terburuk karena makanan-makanan itu dapat membuat kita merasa lesu dan kurang mampu menghadapi stres. Tidak hanya itu, stres dapat menaikkan tekanan darah dan meningkatkan kadar serum kolesterol, mendatangkan malapetaka di arteri, dan meningkatkan risiko kita terkena serangan jantung.

Solusi terbaik? Makanan rendah lemak, tinggi serat, kaya karbohidrat, dengan banyak makan buah dan sayuran. Makanan itu membuat kita rileks tanpa menguras energi kita dan memberi kita nutrisi yang kita butuhkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. Berikut adalah panduan untuk makanan mana yang mengurangi stres dan makanan yang membuat stres lebih buruk:

Makanan Penurun Stres

123rf.com

Makanan yang tinggi serat, kaya karbohidrat: Para ilmuwan percaya bahwa karbohidrat menyebabkan otak memproduksi lebih banyak serotonin, sebuah hormon yang membuat kita tenang dan rileks. Dan banyak serat sangat membantu dalam mencegah lapar di malam hari. Beberapa contoh makanan yang membuat kita tenang dan sehat meliputi ubi manis panggang, sup Minestrone, atau sayuran tumis di atas nasi.

123rf.com

Buah dan sayuran: Stres kronis dapat melemahkan kemampuan kita untuk melawan penyakit. Dengan menambah asupan buah dan sayuran yang kaya antioksidan, kita dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. Labu kuning dan wortel, misalnya, merupakan sumber besar antioksidan beta-karoten. Dan buah jeruk memberikan banyak vitamin C, antioksidan lain-penghilang stres.

Hindari Makanan Pemicu Stres

shutterstock.com

Makanan tinggi lemak: Makanan berlemak seperti masakan daging atau keju dan makanan yang dibakar banyak mengentalkan darah kita yang pada gilirannya membuat kita merasa lelah, bahkan lesu. Ini jelas bukan cara yang baik untuk mengurangi stres! Bahkan hanya satu porsi makanan tinggi lemak dapat meningkatkan risiko kita terkena serangan jantung.

Kafein: Banyak dari kita berusaha mengatasi stres yang mengakibatkan sulit tidur dengan lari ke kopi, teh, dan cola. Sayangnya, kafein tetap berada dalam sistem kita lebih lama daripada yang disadari banyak orang. Menurunkan konsumsi kafein dapat membantu baik itu kesulitan tidur maupun kegelisahan.

Gula: Sebagai karbohidrat, gula cenderung membuat kita tenang. Masalahnya gula adalah karbohidrat sederhana sehingga masuk dan keluar aliran darah dengan cepat, menyebabkan kita, sebagai akibatnya, “kelesuan”. Di sisi lain, bagaimana dengan karbohidrat kompleks? Seperti pasta, kacang, dan lentil, bagian tepung dari makanan? Makanan itu menenangkan tanpa membuat kita merasa lesu.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

http://www.pcrm.org/health/health-topics/how-to-eat-right-to-reduce-stress

Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC., AS dan beranggotakan lebih dari 6.000 dokter yang tertarik dalam peran nutrisi pada kesehatan. Hubungi PCRM pada alamat berikut : Physicians Committee for Responsible Medicine, 5100 Wisconsin Ave., N.W., Ste.400, Washington DC, 20016, Phone: 202-686-2210     Email: pcrm@pcrm.org