123rf.com

Kanker prostat adalah penyakit yang semakin umum di Amerika Serikat. Kanker prostat berada di urutan kedua setelah kanker kulit, sebagai kanker yang paling umum pada pria. Ini adalah penyebab utama kematian nomor dua akibat kanker pada pria dan penyebab kematian paling umum akibat kanker pada laki-laki perokok.

Tingkat keparahan kanker prostat tergantung pada seberapa cepat kanker itu berkembang. Sebagian besar kasus berkembang secara perlahan dan tidak pernah naik ke stadium lanjut atau mengancam nyawa. Beberapa, bagaimanapun, berkembang lebih cepat dan akhirnya bermetastasis (menyebar) ke bagian lain dari tubuh, termasuk tulang belakang, kelenjar getah bening, dan paru-paru.

Gejala Kanker Prostat

  • Gejala yang paling umum termasuk sulit buang air kecil atau sakit saat buang air kecil, merasa harus sering buang air kecil atau buang air kecil tidak tuntas, dan darah dalam urin.
  • Sejumlah kecil kasus ditemukan dengan gejala penyakit metastatik, seperti penurunan berat badan, demam, atau nyeri punggung.
  • Banyak kasus tidak memiliki gejala sama sekali. Kasus-kasus ini dapat tidak diketahui, atau mungkin terdeteksi selama pemeriksaan fisik atau pengujian darah.

Faktor Risiko Kanker Prostat

  • Umur: Risiko kanker prostat meningkat secara cepat dengan usia. Kanker prostat jarang terjadi sebelum usia 45 tahun, tapi kebanyakan pria di atas usia 80 tahun memiliki bukti adanya sel-sel kanker prostat. Karena hubungan yang kuat dengan usia, jumlah kasus baru dan kematian akibat kanker prostat diperkirakan meningkat seiring dengan populasi Amerika yang lebih tua.
  • Ras: Orang Afrika-Amerika memiliki risiko tertinggi kanker prostat. Mereka juga cenderung memiliki stadium lanjut dari penyakit saat diagnosis, dibandingkan dengan kulit putih.
  • Genetika: Kanker prostat cenderung dipengaruhi oleh faktor genetika. Pria yang memiliki kerabat tingkat pertama (orang tua, anak, atau cucu) dengan kanker prostat memiliki risiko dua kali lipat terkena penyakit itu sendiri. Onset dini kanker prostat pada anggota keluarga tingkat pertama semakin lebih meningkatkan risiko. Insiden kanker prostat juga lebih tinggi pada keluarga dengan kanker payudara dan pada pasien dengan sifat genetik tertentu, yang disebut mutasi gen BRCA1 atau BRCA2, yang diketahui berkontribusi terhadap kanker payudara.
  • Insulin-like growth factor-I (IGF-I): Konsentrasi darah IGF-I yang tinggi berhubungan dengan kanker prostat dan telah berkorelasi dengan kelebihan berat badan dan dengan asupan makanan tertentu, yang dijelaskan dalam Diet Kanker Prostat di bawah ini.

Diagnosa Kanker Prostat

  • Riwayat lengkap dan pemeriksaan fisik adalah langkah awal dalam mengevaluasi seseorang untuk kanker prostat. Ini harus mencakup pemeriksaan rektal digital untuk mengevaluasi ukuran, kesimetrisan, dan benjolan kelenjar prostat.
  • Sebagian besar kasus kanker prostat dideteksi dengan tes darah yang mengukur kadar antigen prostat spesifik (PSA). Hampir semua kasus kanker prostat memiliki tingkat PSA yang tinggi. Namun, gangguan lain, seperti pembengkakan kelenjar prostat atau Pembesaran Prostat Jinak (BPH), juga dapat menyebabkan PSA diangkat.
  • Untuk diagnosis pasti, biopsi prostat diperlukan.
  • Pada pasien dengan didiagnosa kanker prostat, pengujian lebih lanjut diperlukan untuk memeriksa adanya metastasis. Ini mungkin termasuk scan tulang, CT scan perut dan panggul, dan tes lainnya.

Pengobatan Kanker Prostat

Karena kebanyakan kasus kanker prostat tumbuh lambat dan tidak berkembang ke stadium lanjut, banyak kasus dipantau dengan teliti tapi tidak diterapi. Ketika terapi butuhkan, ini dapat berupa obat-obatan, radiasi, kemoterapi, atau operasi.

  • Jika kanker prostat belum menyebar dari kelenjar prostat, terapi meliputi pembedahan untuk mengangkat prostat, radiasi, brachytherapy (radiasi internal), dan cryotherapy. Terapi ini dapat mengakibatkan efek samping yang signifikan, termasuk inkontinensia (ketidakmampuan menahan air kencing), impotensi, dan buang air kecil sakit.
  • Dalam beberapa kasus, biasanya untuk kanker prostat, obat yang disebut gonadotropin-releasing hormone agonist (misalnya, leuprolid) atau androgen receptor antagonist (misalnya, flutamide) digunakan.
  • Kemoterapi kadang-kadang digunakan untuk beberapa jenis kanker prostat stadium lanjut.

Diet Kanker Prostat

Kanker prostat tampak meningkat di seluruh dunia, sebuah tren yang dapat disebabkan sebagian oleh kebiasaan makan Barat. Asupan daging dan susu yang meningkat dan pola makan tinggi makanan olahan dan rendah serat telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker prostat.

Di sisi lain, bukti yang terkumpul bahwa pola makan vegetarian yang rendah lemak, dapat membantu pencegahan dan pengobatan kanker prostat. Dalam studi penelitian, langkah-langkah berikut berhubungan dengan penurunan risiko kanker prostat:

  • 123rf.com

    Menghindari konsumsi susu: Konsumsi produk susu telah terbukti meningkatkan risiko kanker prostat. Beberapa studi, termasuk dua studi besar Universitas Harvard, telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam risiko kanker prostat di kalangan pria yang mengkonsumsi susu paling banyak. Hal ini dapat dijelaskan oleh fakta bahwa konsumsi susu meningkatkan kadar darah IGF-1, yang dapat meningkatkan pertumbuhan kanker. Penjelasan lain adalah bahwa asupan kalsium berlebih dapat mempengaruhi seseorang terkena kanker. Dibandingkan dengan pria yang memiliki asupan kalsium terendah, mereka dengan asupan tertinggi tampaknya memiliki hampir dua kali lipat risiko terkena kanker prostat. Ini mungkin terkait dengan kecenderungan kalsium untuk mengurangi aktivasi vitamin D dalam tubuh.

  • Membatasi konsumsi makanan olahan, termasuk daging olahan, biji-bijian olahan, makanan kemasan, dan minuman ringan
  • Asupan serat yang tinggi: Pola makan tinggi lemak, rendah serat berhubungan dengan konsentrasi testosteron darah yang meningkat, yang telah terbukti meningkatkan risiko kanker prostat pada beberapa penelitian.
  • 123rf.com

    Pola makan vegetarian yang rendah lemak: Penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan risiko kanker prostat semakin naik dengan konsumsi lemak hewan, dan makanan tertentu yang mengandung lemak hewani (daging merah dan produk susu) tampak menaikkan risiko dua kali lipat untuk metastasis kanker prostat stadium lanjut. Alasan lain daging harus dihindari adalah senyawa karsinogenik yang disebut amina heterosiklik. Senyawa ini cenderung terbentuk ketika daging dimasak pada suhu tinggi dan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker prostat dan kanker lainnya.

  • 123rf.com

    Pola makan yang kaya buah, sayuran, dan padi-padian utuh (misal beras merah, beras hitam): Buah-buahan dan sayuran memiliki nutrisi yang dapat mencegah banyak kanker prostat dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Likopen adalah nutrisi yang telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker prostat. Zat ini adalah antioksidan yang bertanggung jawab untuk warna merah pada tomat, semangka, dan jeruk bali merah muda. Likopen dapat mengganggu IGF-I dan bahan kimia berbahaya lainnya. Namun, belum jelas apakah itu likopen itu sendiri atau nutrisi lain atau kelompok nutrisi yang terkandung dalam buah-buahan dan sayuran yang menurunkan risiko kanker prostat. Sayuran (misalnya, brokoli, kubis, kembang kol, dan kubis Brussel) dan antioksidan selenium adalah nutrisi penting lainnya yang berkaitan dengan penurunan risiko untuk kanker prostat.

  • 123rf.com

    Mempertahankan berat badan yang sehat: Beberapa studi menunjukkan bahwa kegemukan dan penyakit yang terkait dengan obesitas (misalnya diabetes) dapat meningkatkan risiko berkembangnya kanker prostat, terutama pada pria muda. Ada juga bukti bahwa pria yang mengalami obesitas terjangkit bentuk yang lebih agresif dari penyakit ini dan beresiko lebih besar kanker ini akan menyerang kembali setelah pengobatan.

  • Menghindari konsumsi alkohol: Satu penelitian besar menemukan bahwa pria yang minum alkohol setidaknya delapan sampai sembilan minuman per minggu memiliki risiko kanker prostat tertinggi.

Pola Makan dan Prognosa Kanker Prostat

Sejumlah studi `telah membahas bagaimana perubahan pola makan mempengaruhi angka harapan hidup pada pasien yang sudah didiagnosis dengan kanker prostat. Secara keseluruhan, bukti menunjukkan bahwa pola makan nabati yang rendah lemak, dapat membantu.

  • Di samping meningkatkan risiko kanker, pola makan tinggi lemak jenuh dari daging dan produk susu juga dapat menurunkan angka harapan hidup setelah diagnosa kanker prostat.
  • Selain mengurangi risiko kanker prostat, pola makan tinggi sayuran dan biji-bijian utuh (misalkan beras merah) dapat meningkatkan kelangsungan hidup pada pasien yang sudah memiliki penyakit ini. Secara khusus, uji klinis secara acak dengan menggunakan diet vegan dan pengurangan stres pada pasien yang baru didiagnosis kanker prostat menunjukkan penurunan kadar PSA dan kebutuhan untuk perawatan medis.
  • Pada pria berusia 65 tahun atau lebih, mereka yang paling aktif (banyak bergerak) memiliki risiko 70 persen lebih rendah terkena penyakit fatal, stadium lanjut.
  • Manfaat dari pola makan sehat dan olahraga sangat penting karena banyak pasien dengan kanker prostat akhirnya meninggal akibat penyakit jantung, daripada karena kanker prostat itu sendiri.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

http://www.nutritionmd.org/consumers/oncology/prostate_cancer.html

Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC., AS dan beranggotakan lebih dari 6.000 dokter yang tertarik dalam peran nutrisi pada kesehatan. Hubungi PCRM pada alamat berikut : Physicians Committee for Responsible Medicine, 5100 Wisconsin Ave., N.W., Ste.400, Washington DC, 20016, Phone: 202-686-2210     Email: pcrm@pcrm.org