123rf.com

Satu abad yang lalu, kanker serviks atau kanker leher rahim adalah salah satu kanker yang paling mematikan. Akan tetapi, kanker ini masih merupakan penyebab paling umum kematian nomor dua di dunia ketiga. Namun, telah terjadi 75 persen penurunan insiden dan angka kematian di Amerika Serikat dan negara maju lainnya selama 50 tahun terakhir. Hal ini disebabkan luasnya program skrining Pap smear yang mengidentifikasi kasus-kasus pada tahap awal penyakit.

Kanker serviks terkait erat dengan infeksi human papillomavirus (HPV) penyebab kanker, yang terutama diperoleh melalui transmisi seksual.

Gejala Kanker Serviks

Gejala sering tidak ada, bahkan dalam kasus-kasus lanjutan. Bila ada, gejala-gejalanya antara lain keputihan atau menstruasi yang abnormal. Gejala lanjut dapat menyebabkan nyeri pada punggung bawah atau kaki dan masalah pada usus atau saluran kemih, seperti keluarnya darah dan sensasi tertekan.

Faktor Risiko Kanker Serviks

  • Infeksi human papillomavirus (HPV): Sebagian besar kasus kanker serviks melibatkan infeksi HPV. Namun, tidak semua kasus infeksi HPV menyebabkan kanker serviks. Ada lebih dari 100 jenis HPV dan hanya beberapa dari ini yang diketahui menyebabkan kanker serviks.
  • Umur: Insiden meningkat dengan usia. Kanker serviks jarang terjadi pada wanita di bawah 20 tahun. Kanker ini paling sering terjadi pada wanita berusia 45 hingga 49 tahun.
  • Faktor seksual: Faktor-faktor yang meningkatkan risiko infeksi HPV dan kanker serviks meliputi hubungan seksual pada usia muda, berganti-ganti pasangan (atau berpasangan dengan orang yang memiliki banyak pasangan), riwayat penyakit menular seksual, hubungan seksual dengan orang yang terpapar HPV, dan berhubungan seksual dengan seorang pria yang tidak disunat.
  • Merokok
  • Penggunaan pil KB
  • Memiliki banyak anak: Dibandingkan dengan wanita yang memiliki dua atau lebih sedikit bayi, wanita dengan tujuh kehamilan atau lebih cukup bulan memiliki peningkatan risiko dua sampai empat kali lipat terkena kanker serviks.

Diagnosa Kanker Serviks

  • Karena gejala tidak selalu ada, diagnosis sering dibuat selama pemeriksaan rutin panggul.
  • Kanker serviks ditangani cukup mudah jika terdeteksi dini. Untuk alasan ini, skrining secara rutin dengan Pap smear dianjurkan, dan lesi yang diidentifikasi harus diobati dengan tepat.
  • Jika kanker dicurigai, biopsi diperlukan untuk diagnosis definitif.
  • Pada pasien dengan diagnosa kanker serviks, tes darah, rontgen, CT scan, endoskopi, dan tes lain mungkin diperlukan untuk mengevaluasi sejauh mana luasnya kanker dan menilai penyebaran kanker ke bagian tubuh lainnya.

Pengobatan Kanker Serviks

Pasien dengan kanker serviks diterapi dengan pembedahan atau radiasi bersama dengan kemoterapi.

Pembedahan mempertahankan indung telur dan mungkin lebih baik untuk wanita premenopause. Radiasi dan kemoterapi dapat menyebabkan disfungsi vagina dan dispareunia (hubungan seksual yang menyakitkan).

Ada dua pilihan operasi: histerektomi untuk mengambil seluruh leher rahim dan rahim, atau konisasi untuk mengambil hanya bagian leher rahim yang terkena kanker. Histerektomi lebih baik pada wanita menopause. Pada wanita muda yang ingin mempertahankan kesuburan, prosedur konisasi dapat digunakan untuk mengangkat kanker, dan di sisi lain masih memungkinkan untuk kehamilan di masa depan.

Pola Makan Pencegah Kanker Serviks

Dalam studi populasi, dua faktor gizi telah dikaitkan dengan penurunan risiko terkena kanker serviks:

  • 123rf.com

    Buah dan Sayuran: Studi menunjukkan bahwa buah-buahan dan sayuran dapat mengurangi risiko kanker serviks, mungkin dengan menekan infeksi HPV. Beberapa nutrisi dalam buah-buahan dan sayuran yang telah dikaitkan dengan penurunan risiko termasuk vitamin E, folat, vitamin C, dan banyaknya karotenoid (misalnya, alpha-carotene, beta-karoten, likopen, lutein/zeaxanthin, dan cryptoxanthin).

  • 123rf.com

    Berat badan yang sehat: Wanita obesitas tampaknya memiliki risiko agak lebih tinggi terkena jenis kanker serviks yang disebut adenokarsinoma, 15 persen dari kanker serviks. Angka kematian keseluruhan dari kanker serviks juga lebih tinggi untuk pasien obesitas.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

http://www.nutritionmd.org/consumers/oncology/cervical_cancer.html

Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC., AS dan beranggotakan lebih dari 6.000 dokter yang tertarik dalam peran nutrisi pada kesehatan. Hubungi PCRM pada alamat berikut : Physicians Committee for Responsible Medicine, 5100 Wisconsin Ave., N.W., Ste.400, Washington DC, 20016, Phone: 202-686-2210     Email: pcrm@pcrm.org