123rf.com

Kanker lambung atau kanker gaster merupakan kanker paling umum kedua di dunia dan yang paling  umum ke-11 di Amerika Serikat. Kanker lambung ini paling banyak ditemui di Jepang, Chili, dan sebagian Eropa Timur. Di AS, kanker ini menyerang ras Afrika-Amerika, Asia-Amerika, dan Latin lebih sering daripada kelompok demografis lain.

Jumlah kasus terus mengalami penurunan selama abad terakhir. Hal ini mungkin karena metode yang lebih baik dalam pengawetan makanan, termasuk pendinginan. Meskipun demikian, kanker lambung tetap menjadi salah satu kanker yang paling mematikan, dengan angka harapan hidup lima-tahun di Amerika Serikat kurang dari 20 persen.

Di Jepang, di mana ada insiden tinggi kanker lambung, program skrining terhadap semua orang dewasa digunakan untuk mengidentifikasi awal kasus. Akibatnya, angka harapan hidup di Jepang telah meningkat secara signifikan. Namun, karena kasus kanker lambung relatif rendah di Amerika Serikat, skrining massal saat ini tidak tersedia.

Gejala

  • Tumor umumnya tidak menimbulkan gejala hingga penyakit sudah menginjak stadium lanjut.
  • Bila timbul gejala, yang paling umum adalah penurunan berat badan, sakit perut, mual, muntah, penurunan nafsu makan, dan perasaan penuh di perut.
  • Gejala yang kurang umum termasuk kesulitan menelan, tinja hitam, massa perut terlihat, dan cairan di dalam perut (disebut ascites).

Faktor Risiko

  • Infeksi Helicobacter pylori:Iinfeksi kronis bakteri Helicobacter pylori (bakteri yang sama yang menyebabkan ulkus peptikum atau tukak lambung) merupakan faktor risiko yang kuat terkena kanker lambung. Beberapa studi menunjukkan bahwa bakteri ini mungkin bertanggung jawab untuk 90 persen kanker lambung.
  • Umur: Penyakit ini jarang terjadi sebelum usia 40 tahun, tapi insiden penyakit ini meningkat terus setelahnya.
  • Genetika: Riwayat keluarga positif dan golongan darah A berhubungan dengan peningkatan risiko. Tidak jelas apakah ada gen tertentu yang meningkatkan atau mengurangi risiko.
  • Jenis Kelamin: Pria memiliki risiko dua kali lipat, dibandingkan dengan wanita.
  • Diet: Asupan makanan tinggi dari makanan asin, asap, dan acar diketahui meningkatkan risiko. Asupan tinggi buah dan sayuran menurunkan risiko.
  • Penggunaan alkohol dan rokok: Penggunaan alkohol dan rokok diperkirakan meningkatkan risiko, tapi belum ada bukti yang meyakinkan untuk peran mereka.
  • Penyakit lambung: Riwayat gastritis kronis, anemia pernisiosa, atau gastrektomi parsial meningkatkan risiko.

Diagnosa

  • Riwayat menyeluruh dan pemeriksaan fisik adalah langkah pertama dari evaluasi terhadap kanker lambung.
  • Tes terbaik untuk diagnosis adalah endoskopi dengan biopsi. Setelah pemberian anestesi, kabel serat optik kecil perlahan-lahan diturunkan ke dalam tenggorokan menuju perut. Hal ini memungkinkan untuk visualisasi langsung dari dinding perut dan biopsi dari tumor yang dicurigai.
  • Tes yang umum digunakan, disebut upper GI series dengan menelan barium, melibatkan serangkaian sinar-X untuk mengevaluasi perut dan usus bagian atas. Sebelum tes, pasien harus meminum sejumlah kecil agen kontras untuk meningkatkan akurasi X-ray.
  • Dalam beberapa kasus, CT scan atau pengujian lainnya mungkin diperlukan.

Terapi

  • Pembedahan untuk mengangkat tumor sangat penting untuk penyembuhan. Pada tahap awal penyakit ini, operasi memiliki tingkat keberhasilan yang baik. Sayangnya, kebanyakan tumor didiagnosis sudah stadium lanjut dan tidak dapat sepenuhnya diangkat. Dalam beberapa kasus, sebagian perut akan diangkat (gastrektomi parsial). Di kasus lain, seluruh perut harus diangkat (gastrektomi). Lainnya, organ terdekat juga harus diangkat.
  • Kemoterapi atau radiasi dapat digunakan pada pasien dengan gejala berat, tetapi hal itu tidak akan menyembuhkan penyakit.

Pola Makan Pencegah Kanker Lambung

Dalam studi penelitian, langkah-langkah berikut berhubungan dengan penurunan risiko kanker lambung:

shutterstock.com

Menghindari produk hewani: Produk hewani mengandung beberapa senyawa penyebab kanker yang meningkatkan risiko terkena kanker lambung. Orang yang memiliki riwayat keluarga yang kuat terkena kanker lambung dan yang makan daging merah dalam jumlah tinggi tampak memiliki hampir 25 kali lipat peningkatan risiko penyakit ini, dibandingkan dengan orang lain.

Secara khusus, adalah bijaksana untuk menghindari produk hewani yang mengandung nitrat. Daging merah dan daging olahan yang mengandung nitrat meningkatkan risiko kanker lambung sebanyak tiga kali lipat. Nitrat digunakan sebagai pengawet dalam berbagai jenis daging. Ia dapat mengakibatkan pembentukan nitrosamin, yang dikenal bersifat karsinogen.

Selain itu, kolesterol dan asupan protein hewani terkait dengan subtipe beberapa kanker lambung dan kerongkongan (esofagus). Daging merah juga mengandung tingkat besi heme yang sangat tinggi, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker saluran pencernaan, termasuk kanker lambung.

Pola makan tinggi buah dan sayuran: Peningkatan asupan buah dan sayur dikaitkan dengan penurunan risiko kanker lambung. Ini mungkin karena antioksidan dalam jumlah tinggi, mengurangi pembentukan nitrosamin.

shutterstock.com

Mengganti biji olahan dengan biji-bijian utuh: Asupan biji-bijian utuh (misalkan beras merah) dan serat makanan dikaitkan dengan penurunan tajam risiko kanker lambung. Sebaliknya, beberapa laporan menunjukkan bahwa konsumsi tinggi karbohidrat olahan meningkatkan risiko, mungkin karena konsumsi buah dan sayur lebih rendah dalam kasus ini.

Menghindari makanan yang asin: Natrium dapat mengiritasi lambung. Tingginya penggunaan garam meja dikaitkan dengan risiko kanker lambung, terutama di Asia, yang sering makan ikan asin, makanan olahan atau asin, dan makanan kedelai yang difermentasi dengan tambahan natrium.

shutterstock.com

Memelihara berat badan yang sehat: Orang gemuk memiliki risiko dua sampai empat kali lipat mengembangkan kanker lambung, dibandingkan dengan orang dengan berat badan normal. Orang yang paling gemuk memiliki risiko hampir sembilan kali lipat.

Pola makan nabati tidak hanya bebas dari kolesterol dan lemak hewan, melainkan juga berguna untuk menurunkan berat badan. Pilihan terbaik adalah biji-bijian utuh (misalkan beras merah), sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan, tanpa tambahan minyak. Dalam studi penelitian menggunakan pola makan nabati, rata-rata penurunan berat badan sekitar 0,45 kg per minggu.

Pasien yang didiagnosis dengan kanker lambung yang pola makannya lebih rendah dalam daging hewan memiliki kenaikan angka harapan hidup dibandingkan dengan pasien yang tidak menjalani pembatasan pola makan.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

http://www.nutritionmd.org/consumers/oncology/gastric_cancer.html (untuk masyarakat umum)

http://www.nutritionmd.org/health_care_providers/oncology/gastric_cancer.html (untuk tenaga medis dan paramedis)

Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC., AS dan beranggotakan lebih dari 6.000 dokter yang tertarik dalam peran nutrisi pada kesehatan. Hubungi PCRM pada alamat berikut : Physicians Committee for Responsible Medicine, 5100 Wisconsin Ave., N.W., Ste.400, Washington DC, 20016, Phone: 202-686-2210     Email: pcrm@pcrm.org