123rf.com

Kanker paru-paru adalah penyebab paling umum kematian akibat kanker pada pria dan wanita di seluruh dunia. Kanker ini termasuk kanker agresif dengan angka harapan hidup lima-tahun kurang dari 15 persen. Di Amerika Serikat, terdapat sekitar 200.000 kasus kanker paru-paru yang terdiagnosa setiap tahun dan 150.000 kematian.

Paparan lingkungan, terutama asap rokok dan, pada tingkat yang lebih rendah, polusi udara, asbes, dan radon, adalah penyebab utama kanker paru-paru. Merokok bertanggung jawab atas lebih dari 90 persen kasus.

Pada stadium lanjut, kanker menyerang organ sekitarnya dan menyebar (atau “metastasis”) di tempat lain dalam tubuh. Area penyebaran termasuk otak, hati, dan tulang.

Ada empat jenis kanker paru-paru, yang memiliki gambaran klinis yang berbeda.

  • Karsinoma sel skuamosa merupakan jenis kanker paru-paru yang paling umum, bertanggung jawab atas 40 persen dari kasus. Dimulai di bagian tengah dan atas paru-paru dan umumnya tumbuh lambat.
  • Adenokarsinoma menyumbang 25 persen dari kasus. Biasanya terjadi pada bagian luar dari paru-paru. Jenis ini juga tumbuh lambat, tetapi mereka dapat menyebar ke luar paru-paru lebih cepat dari karsinoma sel skuamosa.
  • Karsinoma sel kecil menyumbang 20 persen dari kasus. Hampir semua kasus disebabkan oleh penggunaan rokok. Jenis ini bersifat agresif, tumbuh dengan cepat, dan menyebar ke luar paru-paru pada stadium awal penyakit.
  • Karsinoma sel besar menyumbang sekitar 15 persen dari kasus. Jenis ini juga berkembang dengan cepat dan menyebar ke luar paru-paru dengan agresif.

Gejala

  • Kelemahan dan kelelahan secara umum.
  • Terus-menerus batuk: Lebih dari 90 persen pasien kanker paru-paru mengeluhkan batuk yang secara bertahap memburuk. Semakin penyakit bertambah parah, pasien sering batuk berdarah (hemoptisis).
  • Nyeri dada: Rasa sakit biasanya tajam dan dapat terkait dengan pernapasan.
  • Berat badan turun dan kehilangan nafsu makan.
  • Demam terus-menerus.
  • Sesak napas.
  • Suara serak.
  • Kesulitan menelan atau sakit saat menelan.
  • Infeksi berulang, seperti bronkitis dan pneumonia.
  • Kasus stadium lanjut yang menyebar ke luar paru-paru dapat menyebabkan nyeri tulang, perubahan neurologis (misalnya, mati rasa, kelemahan, pusing, kejang), sakit kuning (perubahan warna kekuningan pada kulit), dan gejala-gejala lainnya.

Faktor Risiko

  • Merokok: Merokok menyumbang setidaknya 90 persen dari kasus.
  • Perokok pasif: Bukti epidemiologis menunjukkan bahwa paparan asap “pasif”  meningkatkan risiko kanker paru-paru sebesar 20 sampai 25 persen pada bukan perokok.
  • Bahaya pekerjaan: Pajanan reguler asbes, kromium, nikel, benzopyrene, acroleine, monoksida nitrogen, hidrogen sianida, formaldehid, nikotin, timbal radioaktif, karbon monoksida, insektisida atau pestisida yang mengandung serat arsenik, serat kaca/kaca fiber, atau debu batu bara meningkatkan risiko pekerja terkena kanker paru-paru.
  • Riwayat keluarga: Perokok yang memiliki riwayat keluarga kanker paru-paru memiliki peningkatan risiko lebih dari 10 kali lipat mengembangkan kanker paru-paru dengan sendirinya.
  • Polusi udara: Di daerah industri dengan tingginya tingkat polusi udara, tingkat kematian akibat kanker paru-paru hingga lima kali lebih besar daripada di pedesaan, daerah yang kurang tercemar.
  • Penyakit pernapasan kronis atau berulang, seperti pneumonia, bronkitis, dan TBC.
  • Paparan radiasi ion, seperti sinar-X dan gas radon.
  • Diet dan nutrisi: Lihat Pola Makan Kanker Paru-Paru.

Diagnosa

  • Langkah pertama adalah riwayat medis dan pemeriksaan fisik.
  • Tes darah sering dilakukan.
  • Foto toraks dapat mendeteksi kanker hingga dua tahun sebelum gejala muncul. Ia memperlihatkan ukuran tumor dan lokasi serta dapat melacak kemajuan atau remisi.
  • Beberapa tes yang tersedia untuk lebih memvisualisasikan dan menegakkan tumor paru-paru, termasuk CT scan, bronkoskopi, USG, dan tes lainnya.
  • Pada akhirnya, diagnosis pasti memerlukan biopsi tumor (pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium).

Pengobatan

123rf.com

Pencegahan jelas merupakan strategi paling efektif. Berhenti merokok sangat dianjurkan baik untuk pasien kanker paru-paru maupun keluarga mereka. Perokok yang berhenti mengalami pengurangan risiko bertahap dari waktu ke waktu. Ketika pencegahan gagal, langkah-langkah terapi berikut berlaku:

  • Perlakuan utama untuk kebanyakan kasus kanker paru-paru adalah operasi. Operasi mungkin melibatkan pengambilan sebagian atau seluruh paru-paru yang sakit. Dalam banyak kasus, operasi tidak akan menyembuhkan penyakit. Namun, secara signifikan dapat memperbaiki gejala dan memperpanjang kelangsungan hidup.
  • Terapi radiasi biasanya dianjurkan dalam tahap awal kanker dan dapat digunakan dengan atau tanpa operasi untuk mengangkat tumor. Teknik baru telah dikembangkan untuk meningkatkan efek radiasi dan mengurangi efek samping. Satu efek samping potensial dari radiasi paru-paru adalah disfungsi parah (disebut “paru-paru teradiasi”). Gejala mencakup sesak napas berat, batuk, nyeri dada, demam, dan malaise/lesu.
  • Kemoterapi adalah pengobatan utama untuk kanker paru-paru sel kecil, dan digunakan di samping operasi dan radiasi untuk jenis lain kanker paru-paru.
  • Terapi tambahan untuk mengatasi gejala kanker paru-paru termasuk obat nyeri, obat tidur, obat batuk, dan antibiotik.

Pola Makan Kanker Paru-Paru

Sementara menghindari rokok dan zat karsinogen lainnya sangat penting untuk mencegah kanker paru-paru, faktor gizi berikut juga berhubungan dengan rendahnya risiko kanker paru-paru dalam studi penelitian, dan memainkan peran dalam pencegahan:

123rf.com

Pola makan nabati: Beberapa studi menunjukkan bahwa diet vegetarian dikaitkan dengan rendahnya risiko untuk kanker paru-paru. Penelitian lain telah melihat hubungan antara daging merah (terutama ham, sosis, dan hati), lemak jenuh, dan produk susu dengan peningkatan risiko terkena kanker paru-paru.

shutterstock.com

Buah-buahan dan sayuran: Beberapa studi menunjukkan bahwa orang dengan pola makan kaya sayuran dan buah-buahan mengalami penurunan risiko untuk kanker paru-paru. Ini mungkin karena berbagai nutrisi, termasuk antioksidan, karotenoid, vitamin C, flavonoid, dan asam folat. Sebuah studi konsumsi antioksidan menemukan bahwa orang dengan konsumsi antioksidan tertinggi dari buah-buahan dan sayuran memiliki risiko yang secara signifikan lebih rendah untuk kanker paru-paru. Namun, tampaknya ada tidak ada penurunan risiko kanker paru pada orang yang mengonsumsi suplemen antioksidan, dan ada beberapa bukti bahwa suplemen beta-karoten benar-benar dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru pada beberapa kelompok orang. Dengan kata lain, antioksidan dari makanan sangat membantu dalam mengurangi risiko kanker paru-paru; sementara yang berasal dari suplemen tidak.

shutterstock.com

Menghindari konsumsi alkohol: Individu dengan asupan tertinggi bir dan spirit tampak memiliki peningkatan risiko kanker paru-paru, sebanyak tiga kali lipat risiko dibandingkan dengan bukan peminum. Sebagian (meskipun tidak semua) dari peningkatan risiko akibat alkohol karena hubungannya dengan merokok. Alasan lain bahwa asetaldehida, yang dibentuk sebagai metabolit alkohol dalam tubuh, adalah zat karsinogen.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

http://www.nutritionmd.org/consumers/oncology/lung_cancer.html (untuk masyarakat umum)

http://www.nutritionmd.org/health_care_providers/oncology/lung_cancer.html (untuk tenaga medis dan paramedis)

Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC., AS dan beranggotakan lebih dari 6.000 dokter yang tertarik dalam peran nutrisi pada kesehatan. Hubungi PCRM pada alamat berikut : Physicians Committee for Responsible Medicine, 5100 Wisconsin Ave., N.W., Ste.400, Washington DC, 20016, Phone: 202-686-2210     Email: pcrm@pcrm.org