123rf.com

Dermatitis atopik, juga dikenal sebagai eksim, merupakan penyakit kulit umum yang mengenai sekitar 20 persen orang di seluruh dunia. Penyakit ini biasanya timbul di masa kanak-kanak  dan berakhir pada usia enam tahun. Namun, dalam banyak kasus, kondisi tersebut berlanjut sampai dewasa.

Penyebab penyakit ini tidak dipahami dengan baik, tetapi diketahui bahwa individu dengan dermatitis atopik sering memiliki penyakit atopik lain, termasuk asma, rinitis alergi (“hay fever“), dan alergi makanan.

Gejala Eksim

Gejala bervariasi. Secara umum, anak-anak menderita rasa gatal dan kulit memerah, daerah bersisik pada kulit tubuh bagian atas, meskipun mungkin terjadi di mana saja pada tubuh. Individu yang terkena juga memiliki peningkatan risiko terkena infeksi kulit.

Faktor Risiko

  • Keluarga atau riwayat pribadi penyakit atopik: Adanya riwayat alergi makanan, demam, atau asma dikaitkan dengan dermatitis atopik. Sekitar setengah dari individu dengan dermatitis atopik memiliki kerabat yang menderita asma.
  • Tidak sedang menyusui: Beberapa bukti menunjukkan bahwa menyusui eksklusif selama sedikitnya tiga bulan pertama bayi dapat terkait dengan penurunan risiko.

Diagnosa

  • Riwayat medis dan pemeriksaan fisik adalah alat diagnostik utama.
  • Tidak ada tes laboratorium yang secara pasti dapat mendiagnosa dermatitis atopik. Tes alergi pada kulit mungkin berguna, tetapi tidak diperlukan untuk membuat diagnosis.

Pengobatan

  • Perlakuan awal melibatkan penghilangan faktor yang dapat memperburuk gangguan, seperti sabun dan deterjen, alergen makanan, dan kosmetik.
  • Mandi berlebihan atau penggunaan lotion tidak disarankan, karena penguapan air dari kulit memperburuk penyakit. Banyak orang yang terkejut mengetahui bahwa lotion-berbahan-dasar-air benar-benar meningkatkan penguapan air dari kulit, tidak seperti krim emolien atau balsam. Krim emolien atau balsam harus digunakan secara bebas, terutama setelah mandi, untuk mengunci kelembaban. Pelembab udara dapat dicoba di iklim kering.
  • Antihistamin, seperti diphenhydramine (Benadryl) atau loratadine (Claritin) bisa meringankan gatal-gatal.
  • Steroid topikal dapat digunakan untuk mengobati penyakit aktif. Penggunaan steroid topikal sesekali di antara episode serangan mengurangi kemungkinan kambuh. Ketika serangan berat terjadi, steroid oral (misalnya prednison) dapat berguna.
  • Obat lain, seperti tacrolimus dan siklosporin, kadang-kadang diresepkan untuk kasus yang parah. Namun, harus digunakan dengan hati-hati karena risiko efek samping, yang mungkin termasuk kanker kulit.
  • Fototerapi menggunakan sinar ultraviolet biasanya efektif untuk mengobati penyakit berat, tetapi dapat meningkatkan risiko untuk melanoma dan kanker kulit lainnya.

Pola Makan Eksim (Dermatitis Atopik)

Perubahan nutrisi untuk mengurangi eksim atau dermatitis atopik telah diteliti selama bertahun-tahun.

  • shutterstock.com

    Menghindari alkohol selama kehamilan: Asupan alkohol ibu (empat atau lebih minuman per minggu) secara signifikan meningkatkan risiko eksim atau dermatitis atopik pada bayi. Selanjutnya, penggunaan alkohol selama kehamilan membawa risiko besar lainnya dan harus dihindari sepenuhnya.

  • Menyusui: Menyusui bayi memungkinkan untuk meminimalkan paparan terhadap protein susu sapi. Namun, protein susu sapi masih dapat ditransfer melalui menyusui pada ibu yang minum susu sapi. Menghindari makanan alergi oleh seorang ibu menyusui dapat lebih lanjut mengurangi risiko penyakit atopik pada bayi. Pada anak-anak yang tidak diberi ASI, formula whey protein hidrolisat secara ekstensif telah digunakan untuk mengurangi risiko eksim atau dermatitis atopik dan ditoleransi oleh setidaknya 90 persen bayi dengan riwayat alergi terhadap protein susu sapi. Namun, formula ini masih bisa menimbulkan gejala alergi. Hanya formula berbasis asam amino dapat dianggap sepenuhnya nonalergenik.
  • Menunda pengenalan makanan padat: Menghindari pengenalan makanan padat sampai bayi mencapai empat sampai enam bulan usia tampak mengurangi risiko penyakit atopik.  Pendekatan ini dapat lebih ditingkatkan dengan meminimalkan alergen lingkungan. Sebagai contoh, penutup matras polivinil dan semprotan anti-debu-tungau dapat digunakan. Dalam uji klinis, langkah-langkah gabungan ini terkait dengan penurunan 67 persen dalam dermatitis, dibandingkan dengan populasi kontrol.
  • Menghilangkan makanan penyebab alergi: Telur, susu sapi, kedelai, gandum bertanggung jawab atas sekitar 90 persen alergi makanan pada anak dengan eksim atau dermatitis atopik. Ketika makanan ini dihindari, lebih dari 50 persen anak-anak dengan diet-yang-terkait dengan dermatitis atopik mengalami penurunan gejala yang signifikan. Ketika makanan-makanan ini ditambahkan kembali ke dalam makanan, gejala dapat muncul kembali. Orang dewasa dengan eksim lebih mungkin untuk mengalami serangan mendadak bila terpapar makanan yang mengandung birch pollen. Uji makanan double-blind, plasebo-terkontrol telah menemukan bahwa sebagian kecil dari anak-anak dan orang dewasa mengalami reaksi kulit ketika diberikan makanan tambahan yang bervariasi. Ini termasuk nitrit, benzoat, dan tartrazine, balsam Peru, dan vanili alami dan buatan. Lebih dari 50 persen pasien telah dilaporkan untuk membaik dengan diet rendah alergen.
  • Diet vegetarian: Bukti awal menunjukkan bahwa diet vegetarian mengurangi secara signifikan gejala eksim atau dermatitis atopik. Diet rendah kalori-juga dapat membantu.
  • Vitamin E: Data awal menunjukkan bahwa suplemen vitamin E (400 IU per hari) menurunkan gejala eksim atau dermatitis atopik pada beberapa orang dewasa dengan penyakit ini.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

http://www.nutritionmd.org/consumers/integumentary/dermatitis.html (untuk masyarakat umum)

http://www.nutritionmd.org/health_care_providers/integumentary/atopic_dermatitis.html (untuk tenaga medis dan paramedis)

Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC., AS dan beranggotakan lebih dari 6.000 dokter yang tertarik dalam peran nutrisi pada kesehatan. Hubungi PCRM pada alamat berikut : Physicians Committee for Responsible Medicine, 5100 Wisconsin Ave., N.W., Ste.400, Washington DC, 20016, Phone: 202-686-2210     Email: pcrm@pcrm.org