Medindia.net

Kanker pankreas umum ditemui, dan sering menjadi penyebab kematian akibat kanker di Amerika Serikat.

Kanker ini termasuk jenis kanker agresif yang sering memiliki prognosis buruk. Pada saat didiagnosis, lebih dari 80 persen pasien memiliki tumor stadium lanjut yang telah menyebar keluar dari pankreas. Kebanyakan pasien meninggal dalam waktu satu tahun setelah diagnosis.

Para peneliti masih belum jelas tentang apa yang menyebabkan kanker pankreas. Penggunaan tembakau atau merokok tampak menjadi faktor risiko yang paling penting.

Gejala

Gejala yang paling umum adalah nyeri pada perut bagian atas, yang mungkin juga dirasakan di punggung. Banyak pasien mengatakan bahwa rasa sakit berkurang ketika mereka mencodongkan badan ke depan. Gejala umum lainnya adalah penurunan berat badan, kelelahan, dan anoreksia. Beberapa orang mengalami sakit kuning, perubahan warna kuning pada kulit dan mata. Dalam beberapa kasus, urin berwarna gelap dan tinja keabu-abuan dapat dilihat.

Faktor Risiko

  • Merokok
  • Umur: Kanker pankreas jarang terjadi sebelum usia 45 tahun, tapi insiden meningkat setelahnya.
  • Riwayat keluarga: Sekitar 5 sampai 10 persen pasien dengan kanker pankreas memiliki kerabat tingkat pertama (orang tua, saudara kandung) dengan penyakit tersebut.
  • Genetika: Mutasi pada gen, termasuk gen kanker payudara (BRCA-1, BRCA-2), tampak meningkatkan risiko.
  • Obesitas
  • Paparan terhadap asbes
  • Faktor Diet (lihat Pola Makan Kanker Pankreas)

Diagnosa

Sejarah, pemeriksaan fisik, dan tes darah adalah langkah pertama. Jika kanker pankreas dicurigai, CT scan perut adalah tes pencitraan yang paling umum digunakan. Alat ini dapat memvisualisasikan tumor dan mengidentifikasi metastasis. MRI scan juga dapat digunakan untuk mengevaluasi lebih jauh kondisi tumor. Pada akhirnya, biopsi diperlukan untuk penegakan diagnosis.

Pengobatan

Operasi adalah satu-satunya pengobatan yang efektif. Sayangnya, kanker ini biasanya sudah sangat parah sehingga hanya 10 persen hingga 15 persen kasus yang dapat disembuhkan.

Operasi dapat mengambil hanya sebagian dari pankreas (distal pancreatectomy). Namun, seringkali seluruh pankreas dan jaringan sekitarnya (termasuk segmen dari usus kecil dan kantong empedu) harus dihilangkan.

Dalam kasus yang tidak dapat disembuhkan, pengobatan dengan radiasi, kemoterapi, atau berbagai jenis operasi mungkin tersedia untuk membuat pasien lebih nyaman.

Pola Makan Kanker Pankreas

Langkah-langkah gizi berikut ini penting dalam mencegah kanker pankreas:

Pola makan vegetarian

shutterstock.com

Penelitian menunjukkan orang yang makan banyak kacang-kacangan, lentil, sumber protein vegetarian lain, kacang polong, dan buah kering cenderung memiliki lebih sedikit risiko kanker pankreas.

Sebaliknya, beberapa penelitian telah menemukan bahwa risiko meningkat dengan semakin tingginya asupan daging. Ini mungkin karena senyawa karsinogenik yang disebut amino heterosiklik dan nitrat yang sering ditemukan dalam produk hewani. Lemak jenuh dari produk hewani juga dapat meningkatkan risiko kanker pankreas dengan mendorong produksi insulin-like growth factor-1, suatu faktor risiko yang diketahui sebagai penyebab kematian akibat kanker pankreas.

Dalam studi internasional, konsumsi daging, telur, dan susu dikaitkan dengan meningkatnya tingkat kematian akibat kanker pankreas. Pria yang makan daging paling banyak memiliki resiko tiga kali lipat terkena kanker pankreas daripada pria yang makan paling sedikit. Dan perokok yang makan lemak jenuh yang paling banyak memiliki risiko 60 persen lebih tinggi terkena kanker pankreas.

Mengurangi asupan lemak

Bahkan lemak dari sumber non-hewani dapat meningkatkan risiko kanker pankreas. Dalam sebuah studi di Swedia, makanan gorengan dikaitkan dengan risiko lebih besar terkena kanker pankreas, dan wanita yang mengkonsumsi lemak paling banyak memiliki risiko tiga kali lipat dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi lemak paling sedikit.

Pola makan kaya buah, sayuran, dan serat makanan

123rf.com

Penelitian telah menunjukkan hubungan antara asupan tinggi buah dan sayuran dengan resiko yang lebih rendah terkena kanker pankreas. Wanita yang makan buah paling banyak memiliki risiko 63 persen lebih rendah, dan mereka yang makan sayuran dan serat paling banyak memiliki risiko 70 persen lebih rendah.

Buah-buahan dan sayuran dapat melindungi karena adanya konsentrasi tinggi antioksidan. Individu dengan tingkat likopen dalam darah (ditemukan pada tomat dan semangka) yang lebih tinggi terbukti memiliki risiko yang lebih rendah, dan laki-laki dengan asupan tertinggi likopen memiliki hampir 70 persen penurunan risiko. Orang dengan asupan tertinggi beta-karoten memiliki risiko 40 persen lebih rendah, dan mereka yang memiliki asupan vitamin C tertinggi tampak memiliki risiko sekitar 50 persen lebih rendah.

Demikian pula, orang dengan asupan serat tertinggi memiliki risiko 55 persen lebih rendah terkena kanker pankreas. Makanan serat tinggi termasuk sayuran, buah, kacang, kacang polong, dan biji-bijian.

Berat badan yang sehat dan gaya hidup aktif

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang berolahraga paling banyak memiliki kira-kira setengah risiko terkena kanker pankreas. Selanjutnya, individu dengan kelebihan berat badan yang berolahraga secara teratur memiliki pengurangan risiko lebih besar.

Pola Makan untuk Menaikkan Harapan Hidup

Bukti menunjukkan bahwa diet vegetarian dapat meningkatkan kelangsungan hidup pada pasien yang didiagnosa kanker pankreas. Dalam sebuah penelitian, pasien yang mengikuti diet makrobiotik yang terutama terdiri dari biji-bijian, sayuran, kacang-kacangan (termasuk produk kedelai), dan sejumlah kecil buah hidup empat kali lebih lama dibandingkan kelompok kontrol (13 bulan dibandingkan dengan tiga bulan).

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

http://www.nutritionmd.org/consumers/oncology/pancreatic_cancer.html (untuk masyarakat umum)

http://www.nutritionmd.org/health_care_providers/oncology/pancreatic_cancer.html (untuk tenaga medis dan paramedis)

 

Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC., AS dan beranggotakan lebih dari 6.000 dokter yang tertarik dalam peran nutrisi pada kesehatan. Hubungi PCRM pada alamat berikut : Physicians Committee for Responsible Medicine, 5100 Wisconsin Ave., N.W., Ste.400, Washington DC, 20016, Phone: 202-686-2210     Email: pcrm@pcrm.org