shutterstock.com

Leukemia adalah sekelompok kanker darah dan sumsum tulang. Penyakit ini umum ditemui dengan sekitar 30.000 kasus baru di Amerika Serikat setiap tahunnya.

Ada banyak jenis dengan riwayat perjalanan penyakit yang sangat berbeda: Sebagian cenderung tumbuh lambat dan sangat dapat disembuhkan; yang lainnya dapat berakibat fatal tanpa pengobatan segera.

Leukemia diklasifikasikan sebagai penyakit akut atau kronis. Leukemia akut memiliki tahap awal klinis yang cepat dan biasanya fatal dalam beberapa bulan tanpa pengobatan. Di sisi lain, leukemia kronis seringkali memiliki gejala ringan atau tidak ada dan pasien dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun, bahkan tanpa pengobatan.

Gejala umum termasuk kelelahan, jantung berdebar, anemia, mimisan, mudah memar, perdarahan menstruasi yang berlebihan, demam, dan sering terkena infeksi. Penurunan berat badan kerap dijumpai. Nyeri tulang juga dapat terjadi.

Faktor Risiko

Faktor risiko untuk beberapa jenis leukemia adalah sebagai berikut:

  • Leukimia limfoblastik akut (ALL) biasanya terjadi pada anak-anak, dengan rentang usia puncak tiga sampai lima tahun, dan sedikit lebih umum pada laki-laki.
  • Leukemia mieloid akut (AML) meningkat seiring dengan usia, dengan insiden puncak pada usia 60 tahun, dan lebih sering terjadi pada laki-laki dan populasi Kaukasia.
  • Leukimia limfoblastik kronis (CLL) lebih sering terjadi pada pasien yang lebih tua, dengan usia rata-rata sekitar 60 tahun, dan lebih sering terjadi pada laki-laki dan orang-orang Yahudi Eropa Timur.
  • Leukemia mieloid kronis (CML) juga lebih sering terjadi pada pasien yang lebih tua, dengan permulaan gejala terjadi pada usia rata-rata sekitar 50 tahun.
  • Paparan terhadap infeksi virus tertentu, antara lain virus leukemia/limfoma sel-T manusia (HTLV-1) dan virus Epstein-Barr, dapat meningkatkan risiko beberapa jenis leukemia.
  • Penggunaan tembakau merupakan faktor risiko yang kuat untuk beberapa jenis leukemia.
  • Paparan terhadap produk benzena dan minyak bumi, pestisida, dan radiasi dikaitkan dengan peningkatan risiko. Riwayat kemoterapi merupakan faktor risiko dan menyumbang hingga 10 persen dari kasus. Beberapa studi menunjukkan bahwa herbisida (termasuk Agen Oranye) dan insektisida dapat meningkatkan risiko.
  • Anak-anak dengan sindroma Down (Down syndrome) memiliki peningkatan risiko untuk leukemia akut.

Diagnosa

  • Evaluasi dimulai dengan riwayat medis dan pemeriksaan fisik.
  • Tes darah seringkali dapat memberikan diagnosis awal.
  • Biopsi sumsum tulang mungkin diperlukan untuk diagnosis definitif.

Pengobatan

  • Leukemia akut diobati dengan kemoterapi. Transplantasi sel punca merupakan pilihan pada beberapa pasien.
  • Banyak pasien dengan leukemia kronis mungkin tidak memerlukan pengobatan segera (dan beberapa pasien tidak pernah memerlukan perawatan). Ketika dimulai, pengobatan dapat terdiri dari obat-obatan medis, kemoterapi, terapi radiasi, atau transplantasi sel punca.

Pola Makan Pencegah Leukemia

Faktor-faktor berikut ini tengah dipelajari karena berpotensi mengurangi risiko leukemia:

  • 123rf.com

    Mengurangi atau menghindari konsumsi daging, terutama daging olahan: Risiko untuk leukemia karena makanan ini kemungkinan terkait dengan nitrat, yang digunakan sebagai pengawet dan bisa sangat karsinogenik. Bukti menunjukkan bahwa anak-anak yang makan lebih dari 12 hot dog per bulan memiliki risiko rata-rata sembilan kali lipat mengembangkan leukimia. Suatu risiko yang kuat untuk leukemia juga telah ditemukan pada anak-anak yang ayahnya makan 12 atau lebih hot dog per bulan. Sebuah studi terhadap lebih dari 13.000 pria peternak Iowa, yang memiliki rata-rata konsumsi daging yang lebih tinggi, memiliki risiko 25 persen lebih besar untuk leukemia, dibandingkan dengan individu yang bukan peternak dan mengkonsumsi lebih sedikit daging.

  • shutterstock.com

    Asupan tinggi sayur dan buah: Dalam studi penelitian, wanita yang paling banyak makan sayuran memiliki risiko yang lebih rendah menderita leukemia dibandingkan dengan wanita yang makan paling sedikit sayur dan buah. Ada bukti bahwa meningkatkan asupan buah dan sayuran oleh ibu hamil menurunkan risiko leukimia. Asupan rutin akan jeruk, jus jeruk, dan pisang juga mengurangi risiko leukemia hingga setengahnya pada anak-anak berusia 2 sampai 14 tahun.

  • Menyusui: Baik jangka pendek (<6 bulan) maupun jangka panjang (> 6 bulan) menyusui terkait dengan penurunan risiko untuk leukemia anak.
  • Pemeliharaan berat badan yang sehat: Wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko lebih besar untuk leukemia, dibandingkan dengan wanita dengan berat badan normal. Kelebihan berat badan ibu hamil juga dapat dikaitkan dengan risiko yang lebih besar untuk leukemia bayi. Kelebihan berat badan atau terlalu kurus juga mengurangi kelangsungan hidup pada anak-anak dengan leukemia akut.
  • Menghindari alkohol: Di antara banyak alasan untuk menghindari alkohol selama kehamilan adalah kenyataan bahwa asupan alkohol ibu selama kehamilan meningkatkan risiko leukemia akut pada anak-anak.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

http://www.nutritionmd.org/consumers/oncology/leukemia.html (Untuk masyarakat umum)

http://www.nutritionmd.org/health_care_providers/oncology/leukemia.html (Untuk tenaga medis dan paramedis)

Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC., AS dan beranggotakan lebih dari 6.000 dokter yang tertarik dalam peran nutrisi pada kesehatan. Hubungi PCRM pada alamat berikut : Physicians Committee for Responsible Medicine, 5100 Wisconsin Ave., N.W., Ste.400, Washington DC, 20016, Phone: 202-686-2210     Email: pcrm@pcrm.org