123rf.com

123rf.com

Anda perlu berpikir dua kali lipat sebelum menyantap ikan.  84% sampel ikan yang diambil dari seluruh dunia, baik itu ikan laut maupun ikan air tawar, mengandung kadar merkuri yang tidak aman, menurut laporan baru dari Institut Riset Biodiversitas dan Jaringan Penghilang Polutan Organik Persisten Internasional. Berdasar temuan itu, makan ikan dengan kandungan merkuri setinggi itu lebih dari satu kali dalam sebulan sudah tidak aman.

Dan itu belum semuanya. Para peneliti juga mengambil sampel rambut dari 152 orang dari seluruh dunia. Apa yang mereka temukan: Lebih dari 82% mengandung kadar merkuri yang lebih tinggi daripada kadar yang direkomendasikan oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS. Artinya, masyarakat terpapar merkuri dalam level yang buruk buat mereka.

Jadi apa masalahnya? Mengkonsumsi merkuri dapat mempengaruhi sistem saraf dan otak Anda, dan ini bisa sangat berbahaya bagi anak-anak dan wanita yang sedang hamil, menurut Lisa Moskovitz, RD, CDN, CPT, pemilik praktek Your New York Dietician di Manhattan, AS. “Mercury bekerja seperti neurotoksin yang, bahkan dalam dosis rendah, dapat mengganggu perkembangan dan fungsi kognitif bayi. Dalam beberapa kasus dapat menyebabkan retardasi mental, cerebral palsy, dan hilangnya penglihatan dan pendengaran,” ucapnya. “Pada individu dewasa yang tidak hamil, merkuri mempengaruhi kesuburan, tekanan darah, memori, dan penglihatan.”

Temuan Utama

  • Tingkat kontaminasi merkuri ditemukan di mana-mana, baik dalam dalam ekosistem laut maupun air tawar di seluruh dunia.
  • Sampel ikan dari seluruh dunia secara teratur menunjukkan konsentrasi merkuri melebihi pedoman kesehatan berdasar dosis acuan Badan Perlindungan Lingkungan AS. Antara 43 – 100% ikan dari sembilan negara memiliki kandungan merkuri yang melampaui batas konsumsi aman 6 ons ikan per bulan.
  • Sampel rambut dari seluruh dunia secara teratur menunjukkan konsentrasi merkuri melebihi pedoman kesehatan berdasarkan dosis acuan Badan Perlindungan Lingkungan AS. Lebih dari 82% sampel rambut manusia dari Kamerun, Cook Islands, Indonesia, Jepang, Meksiko, Rusia, Tanzania, dan Thailand melampaui level rekomendasi  1 .0 ppm.

Sumber :

http://www.mnn.com/earth-matters/energy/stories/84-of-fish-contaminated-by-mercury-study-finds

http://www.briloon.org/research/research-centers/hgcenter/hgcenter-pub/gmh-media-library

http://www.ipen.org/hgmonitoring/