123rf.com

123rf.com

Multiple sclerosis (MS) atau Sklerosis Multipel adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel sarafnya sendiri, menyebabkan gangguan sinyal saraf antara otak dan otot, kulit, mata, dan daerah lainnya. Akibatnya, kekuatan, gerakan, koordinasi, sensasi, penglihatan, dan bahkan kemampuan untuk berpikir jernih dapat terpengaruh.

MS mempengaruhi sekitar 1 juta orang di seluruh dunia. Kebanyakan kasus terjadi pada orang dewasa berusia antara 20 dan 50 tahun, dan penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dan ras Kaukasia. Penyebabnya belum diketahui, namun genetik, faktor lingkungan, dan virus sedang diselidiki.

Tingkat keparahan penyakit tergantung pada saraf mana yang terkena dan seberapa cepat berkembang. Beberapa kasus derajatnya ringan, tetapi yang lain dapat melemahkan dan bahkan mengancam jiwa. Pada beberapa pasien, saraf penglihatan yang sangat terpengaruh, mengakibatkan gangguan penghilatan. Pada pasien lain, sebagian besar saraf otot yang terpengaruh, mengakibatkan kesulitan berjalan atau melakukan tugas sehari-hari. Pada pasien lainnya, saraf sensorik yang sangat terpengaruh, mengakibatkan mati rasa atau kesemutan. Banyak pasien memiliki kombinasi dari semua gejala ini.

Jenis Multiple Sclerosis

  • Kambuh Berulang (Relapsing Remitting): Ini adalah jenis yang paling umum, dan ditandai dengan simtom yang muncul mendadak yang berlangsung selama beberapa minggu atau bulan, lalu lambat laun menghilang.
  • Progresif Primer (Primary Progressive): Pola MS paling sering terjadi pada pasien yang lebih tua. Tandanya terjadi penurunan fungsi secara bertahap (gejala muncul semakin parah) tanpa berhenti.
  • Progresif Sekunder (Secondary Progressive): Pola ini awalnya dimulai dengan penyakit yang muncul mendadak lalu menghilang, tetapi kemudian gejala semakin memburuk tanpa berhenti.

Gejala

Gejala bervariasi dan tergantung pada lokasi serat saraf yang rusak. Dalam beberapa kasus, penyakit ini tidak menunjukkan gejala. Di kasus lain, para pasien terserang sangat parah dan gejalanya semakin memburuk dengan cepat.

  • Gejala sensori: Mati rasa, kesemutan, atau nyeri pada satu atau lebih anggota badan
  • Gejala motorik (otot): Kelemahan, kekakuan, kejang otot, tremor, kurangnya koordinasi berjalan, kesulitan berjalan, atau kelumpuhan
  • Gangguan penghilatan: Hilangnya kemampuan melihat sebagian atau sepenuhnya (biasanya satu mata pada satu waktu), sakit mata, penglihatan ganda, atau penghilatan kabur
  • Perubahan mental: Konsentrasi yang buruk, mudah lupa
  • Sensasi kejutan listrik di punggung belakang dapat terjadi saat kepala bergerak
  • Pembicaraan yang melantur
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Kehilangan kendali atas kandung kemih atau usus

 Diagnosa

  • Riwayat lengkap, pemeriksaan fisik, dan neurologis adalah langkah diagnostik awal. Pemeriksaan neurologis meliputi pengujian otot, saraf, refleks, sensasi, postur, koordinasi, keseimbangan, dan cara berjalan.
  • Scan otak dan sumsum tulang belakang Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah tes yang paling penting untuk mendiagnosis MS.
  • Dalam beberapa kasus, penusukan lumbar (spinal tap) mungkin diperlukan untuk mencari protein dan sel-sel dalam cairan tulang belakang yang umum ada pada MS dan untuk menyingkirkan kondisi lain, seperti infeksi.

Pengobatan

Tidak ada obat yang pasti untuk MS (akan tetapi, lihat Pertimbangan Gizi). Dalam beberapa kasus, apabila hanya penyakit ringan yang muncul, dapat dipertimbangkan untuk memantau penyakit tanpa pengobatan. Dalam sebagian besar kasus, bagaimanapun, pengobatan menguntungkan. Obat yang tersedia untuk memperbaiki gejala dan lainnya dapat memperlambat perjalanan penyakit.

  • Serangan akut diobati dengan obat yang mengurangi peradangan dan meredakan gejala-gejala yang spesifik.
    • Kortikosteroid (misalnya, prednison dan metilprednisolon) biasanya mempersingkat durasi serangan mendadak. Terapi dapat mencakup pemberian kortikosteroid intravena selama beberapa hari, diikuti oleh pemberian kortikosteroid oral selama beberapa hari atau minggu. Kecuali diperintahkan oleh dokter, steroid tidak boleh digunakan selama lebih dari beberapa minggu. Efek samping dari penggunaan jangka panjang mungkin termasuk osteoporosis dan hipertensi.
    • Relaksan otot (misalnya, Baclofen dan Zanaflex) yang digunakan untuk mengobati kejang otot, kekakuan, dan nyeri. Namun, mereka dapat menyebabkan efek samping, seperti kelemahan pada kaki, mengantuk, atau mulut kering.
    • Beberapa obat jenis lainnya telah berhasil digunakan untuk mengurangi kelelahan (antiviral dan antidepresan), nyeri (antikonvulsan), dan kontrol kandung kemih (oxybutynin).
  • Obat untuk memodifikasi penyakit yang dapat melindungi sel-sel saraf sering diresepkan untuk pasien dengan kekambuhan penyakit. Namun, obat ini tidak boleh digunakan pada wanita yang sedang hamil atau mungkin akan hamil.
    • Beta interferon (Betaseron, Avonex, dan Rebif) adalah protein yang direkayasa secara genetik yang membantu mengatur sistem kekebalan tubuh. Mereka diberikan dengan suntikan setiap harian, mingguan, atau bulanan. Mereka biasanya mengurangi serangan mendadak dari penyakit ini, tetapi tidak akan membalikkan kerusakan saraf yang telah ada dan umumnya hanya digunakan pada pasien dengan kekambuhan lebih dari satu serangan per tahun. Gejala seperti flu dapat terjadi sebagai efek samping.
    • Glatiramer dapat digunakan pada pasien dengan penyakit kambuh berulang yang tidak dapat menerima interferon.
    • Mitoxantrone adalah obat kemoterapi yang sekarang disetujui FDA untuk pengobatan terhadap MS yang sering kambuh secara agresif atau penyakit dengan progres yang cepat, dan dapat memperlambat perkembangan penyakit. Namun, efek samping yang serius dapat terjadi, termasuk kerusakan jantung, sehingga obat ini harus digunakan dengan hati-hati.
  • Pergantian plasma dapat mengencerkan darah dari antibodi yang merusak, yang bila tidak, menyerang sel-sel saraf. Hal ini umumnya digunakan pada pasien dengan serangan berat tiba-tiba, yang tidak merespon pengobatan steroid.
  • Terapi fisik dapat membantu meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan gerakan, serta memperbaiki kegiatan sehari-hari.
  • Stres, depresi, dan frustrasi umum ditemui pada pasien dengan MS, dan dapat meningkatkan risiko serangan mendadak. Sebisa mungkin, penting untuk tetap aktif, melakukan aktivitas normal sehari-hari dan hobi, dan tetap terhubung dengan teman-teman. Konseling dan dukungan kelompok seringkali sangat membantu untuk anggota keluarga dan pengasuh.

Diet untuk Multiple Sclerosis

Meskipun tidak ada obat yang diketahui dapat menyembuhkan MS, studi klinis menunjukkan bahwa penyakit ini dapat diperlambat secara signifikan dengan beberapa perubahan pada diet:

  • Berhenti merokok: Merokok telah terbukti meningkatkan risiko penyakit.
  • shutterstock.com

    shutterstock.com

    Menurunkan asupan lemak jenuh: Studi jangka panjang, pertama kali dirintis oleh dokter Roy Swank, MD, menunjukkan bahwa perubahan diet dapat memiliki efek dramatis. Studi mengikuti pasien MS selama lebih dari 50 tahun menunjukkan bahwa mereka yang makan lemak jenuh paling sedikit (kurang dari 10 sampai 15 gram per hari), hidup lebih lama dan lebih baik. Selain itu, di Jepang dan Afrika di mana terdapat banyak makanan yang sangat rendah lemak jenuh dalam, kasus MS juga sangat rendah. Sumber makanan utama yang mengandung lemak jenuh adalah produk hewani (daging, produk susu, dan telur) dan minyak tropis (misalnya, minyak sawit dan minyak kelapa). Diet vegan yang rendah lemak, menyebab pengurangan yang paling dramatis dalam lemak jenuh.

  • Diet kaya buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian/padi-padian utuh: Makanan ini dapat meningkatkan tingkat energi dan fungsi sistem kekebalan tubuh.
  • Vitamin D: Vitamin D telah terbukti secara signifikan mengurangi risiko MS. Hal ini mungkin berkaitan dengan efeknya pada peradangan. Vitamin D biasanya berasal dari aksi sinar matahari pada kulit. Namun, banyak orang tidak mendapatkan cukup vitamin D dari paparan sinar matahari atau dari diet mereka. Dan banyak makanan yang tinggi vitamin D juga tinggi lemak jenuh. Beberapa sereal diperkaya dengan vitamin D, tapi ini mungkin tidak cukup. Jadi, penting untuk mengambil suplemen dengan 400 IU vitamin D setiap hari.
  • Konsultasikan dengan ahli gizi yang berkualitas untuk membantu membuat pilihan makanan yang sehat.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

http://www.nutritionmd.org/consumers/neurology/ms.html (Untuk masyarakat umum)

http://www.nutritionmd.org/health_care_providers/neurology/ms.html (Untuk tenaga medis dan paramedis)

Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC., AS dan beranggotakan lebih dari 6.000 dokter yang tertarik dalam peran nutrisi pada kesehatan. Hubungi PCRM pada alamat berikut : Physicians Committee for Responsible Medicine, 5100 Wisconsin Ave., N.W., Ste.400, Washington DC, 20016, Phone: 202-686-2210     Email: pcrm@pcrm.org