123rf.com

123rf.com

Kanker tiroid cukup jarang, berjumlah kurang dari 1 persen dari semua kanker. Namun, kanker tersebut semakin sering dijumpai selama setengah abad lalu, kemungkinan sebagai akibat dari terapi radiasi pada kepala dan leher yang digunakan untuk mengobati kondisi anak pada pertengahan abad 20.

Gejala

Gejala yang paling umum adalah benjolan di leher. Gejala lain yang bisa menandakan kanker tiroid termasuk suara serak, kesulitan menelan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Faktor Risiko

  • Jenis kelamin perempuan: Hampir tiga perempat dari kanker tiroid terjadi pada wanita, membuat kanker ini menjadi kanker yang paling umum kedelapan pada wanita.
  • Radiasi: Radiasi kepala dan leher, terutama pada masa bayi, merupakan faktor risiko yang kuat.
  • Genetika: Kerabat pasien kanker tiroid memiliki risiko 10 kali lipat lebih besar.

Diagnosa

  • Evaluasi dimulai dengan riwayat medis dan pemeriksaan fisik.
  • Tes darah akan dilakukan untuk mengevaluasi tingkat hormon tiroid.
  • USG leher dan metode pengujian lainnya sering digunakan untuk memvisualisasikan tiroid.
  • Pada akhirnya, biopsi tiroid adalah tes diagnostik terbaik.

Pengobatan

  • Operasi pengangkatan kelenjar tiroid adalah terapi utama untuk sebagian besar kanker tiroid. Bedah kemudian dapat diikuti dengan pengobatan yodium radioaktif untuk menghancurkan sel-sel kanker tiroid yang tersisa. Setelah pengangkatan kelenjar tiroid, tubuh tidak akan lagi mampu memproduksi hormon tiroid. Dengan demikian, pengobatan hormon tiroid seumur hidup diperlukan untuk semua pasien bedah.
  • Selain operasi, pengobatan dapat mencakup radiasi dan kemoterapi.

Pola Diet Pencegah Kanker Tiroid

Seperti halnya dengan jenis-jenis kanker lainnya, makan lebih banyak buah dan sayuran, menghindari lemak hewani, dan mengganti produk hewani dengan makanan nabati tampak memiliki efek perlindungan.

Pola diet tertentu dapat dikaitkan dengan penurunan risiko untuk kanker tiroid:

  • shutterstock.com

    shutterstock.com

    Menghindari produk hewani: Orang yang mengkonsumsi sejumlah besar mentega dan keju memiliki hampir dua kali lipat resiko terkena kanker tiroid dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi sejumlah kecil makanan ini. Asupan tinggi produk olahan ikan dan ayam juga terkait dengan sekitar dua kali lipat risiko untuk kanker tiroid, sementara sering mengkonsumsi  daging babi menaikkan risiko sekitar 60 persen. Retinol, suatu bentuk vitamin A yang diperoleh dari produk hewani, termasuk telur dan susu, meningkatkan risiko untuk kanker tiroid sebesar 50 persen pada orang dengan asupan tertinggi, dibandingkan dengan mereka yang memiliki asupan terendah.

  • Peningkatan konsumsi sayur dan buah-buahan: Diet yang sebagian besar terdiri dari buah-buahan dan sayuran dapat mengurangi risiko kanker tiroid sekitar 10 sampai 30 persen. Individu dengan asupan tinggi beta-karoten tampak memiliki pengurangan 50% risiko untuk kanker tiroid dibandingkan dengan orang dengan asupan terendah.

Selain itu, dimungkinkan komponen tertentu dari diet tradisional Asia mengurangi risiko kanker tiroid. Studi telah menemukan bahwa kanker dan penyakit tiroid lainnya lebih sering terjadi di kalangan imigran Asia ke Amerika Serikat daripada di antara orang Asia di negara asal mereka. Penjelasannya mungkin berhubungan tidak hanya dengan rendahnya asupan produk hewani dalam diet Asia dibandingkan dengan diet Barat, tetapi juga disertakannya konsumsi kedelai dan teh. Ketika membandingkan asupan produk kedelai antara yang terendah dengan tertinggi, wanita yang konsumsinya paling banyak memiliki risiko 30 hingga 44 persen lebih rendah terkena kanker tiroid. Konsumsi teh (> 3 cangkir/hari), yang merupakan karakteristik lain dari diet tradisional Asia, terkait dengan risiko 70 persen lebih rendah untuk kanker tiroid pada wanita.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :

http://www.nutritionmd.org/consumers/oncology/thyroid.html (Untuk masyarakat umum)

http://www.nutritionmd.org/health_care_providers/oncology/thyroid_cancer.html (Untuk paramedis dan tenaga medis)

Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC., AS dan beranggotakan lebih dari 6.000 dokter yang tertarik dalam peran nutrisi pada kesehatan. Hubungi PCRM pada alamat berikut : Physicians Committee for Responsible Medicine, 5100 Wisconsin Ave., N.W., Ste.400, Washington DC, 20016, Phone: 202-686-2210     Email: pcrm@pcrm.org