AFP PHOTO / Juni KRISWANTO

AFP PHOTO / Juni KRISWANTO

23 Januari 2013. Penelitian menunjukkan bahwa kota-kota dimana terdapat banyak rumah penyembelihan hewan, maka kota tersebut memiliki tingkat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kriminalitas yang lebih tinggi, misalkan pembunuhan dan perkosaan.

Orang-orang yang bekerja di rumah penyembelihan hewan cenderung tidak sensitif terhadap penderitaan, yang akibatnya membuat mereka cenderung bersikap kejam pada manusia lain, demikian laporan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Society and Animals.

Dosen senior Sosiologi Universitas Flinders Dr. Nik Taylor mengemukakan bahwa semakin positif sikap seseorang terhadap hewan, semakin rendah tingkat agresi mereka, dan sebaliknya begitu pula – bila Anda kejam terhadap hewan, Anda cenderung bersikap kejam pada manusia.

Beliau menemukan bahwa tingkat agresi mereka yang bekerja di industri daging “sangatlah tinggi dimana skor agresi mereka menyerupai mereka yang mendekam di penjara.”

Salah satu temuan lain adalah wanita yang bekerja dalam industri daging lebih agresif daripada pria. “Mungkin mereka perlu membuktikan pada diri mereka sendiri bahwa mereka macho,” ungkapnya.

Penelitian ini juga membandingkan antara petani dan pekerja di industri daging, dan mereka menemukan bahwa petani memiliki agresivitas yang lebih rendah daripada populasi orang kebanyakan.

“Studi ini menunjukkan bawa petani adalah orang yang menyenangkan, sebaliknya pekerja di industri daging sanagt tidak positif,” imbuhnya.

Penelitian pada tahun 2010 oleh kriminolog Kanada Amy Fitzgerald menemukan bahwa kriminalitas yang mencakup pemerkosaan meningkat di kota-kota begitu ada satu rumah pejagalan didirikan.

Profesor University of Windsor ini membandingkan statistik dari 581 distrik AS untuk membuktikan hubungan ini, dan mengatakan buruh industri daging menjadi tidak sensitif terhadap kekejaman.

Prof Fitzgerald berkata bahwa bukan masalah pekerjaannya yang berbahaya dan berulang-ulang, tetapi penyembelihan hewanlah yang harus disalahkan atas meningkatnya kekejaman.

“Hal yang unik mengenai (pejagalan) adalah (para pekerjanya) tidak berurusan dengan benda mati, tetapi berurusan dengan hewan hidup yang masuk lalu membunuh mereka, dan memproses apa yang tertinggal,” ujarnya.

Sumber :

http://www.news.com.au/national-news/slaughterhouse-workers-are-more-likely-to-be-violent-study-shows/story-fncynjr2-1226560029984

Amy J. Fitzgerald, Linda Kalof, Thomas Dietz. Slaughterhouse and Increased Crime Rates : An Empirical Analysis of the Spillover From “The Jungle” Into the Surrounding Community. Organization & Environment. 2009. (http://oae.sagepub.com hosted at http://online.sagepub.com)

http://oae.sagepub.com/content/22/2/158.abstract